Dulohupa.id – Warga Gorontalo punya cara tersendiri untuk mencegah aksi tawuran antar kampung yang kerap terjadi di bulan Ramadan.
Usai salat subuh, warga di perbatasan Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango ini mendengarkan dakwah di Simpang Empat Barito, tepatnya di Kelurahan Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo.
Dakwah jalanan atau Barito Berdakwah ini, merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak puluhan tahun, dengan tujuan meredam tawuran antar kampung.
“Disini awalnya ada taman pengajian, dari berbagai penjuru, utara, selatan, timur, barat datang ke tempat pengajian ini, jadi santrinya banyak sehingga di bulan puasa kami saling mengunjungi. Dan di simpang empat ini terminalnya pertemuan itu,”

“Dari tahun ke tahun semakin berkembang, lebih banyak orang yang datang berkumpul di sini, sehingga timbul masalah dan terjadilah perkelahian yang menimbulkan keributan di simpang empat ini,” ujar Yusdin Daniyal, panitia barito berdakwah
Yusdin Daniyal juga mengatakan, dakwah jalan ini bertujuan untuk mencegah tawuran antar warga yang sering terjadi usai salat tarawih maupun usai salat subuh di bulan Ramadan.
Guna meredam aksi yang meresahkan tersebut, warga sekitar berinisiatif untuk melaksanakan dakwah jalanan dengan mengundang tokoh-tokoh agama sekitar sebagai penceramah.
“Nah kami para pemuda perempatan barito ini berfikir bagaimana caranya bisa kembali rukun dan tidak ada lagi perkelahian. Sehingga muncul ide pelaksanaan ceramah di tempat ini,” ucap Yusdin Daniyal
“Awal-awalnya ceramah ini tidak begitu rutin, karena kami masih sulit untuk mencari sedekah untuk penceramah. Namun Alhamdulillah karena kebersamaan saat ini kita tidak sibuk lagi mencari donatur untuk membayar penceramah,” tambahnya
Tak hanya orang dewasa, remaja dan anak-anak tampak serius mendengarkan ceramah, meskipun masih menggunakan pakaian salat. Warga begitu antusias mendengarkan ceramah Ramadan oleh seorang ustad.
Banyak kendaraan lalu-lalang di lokasi tersebut, namun hal ini tidak menghambat pelaksanaan ceramah.
Dakwah jalanan menjadi agenda tahunan setiap bulan Ramadan, dan penceramah sering berganti agar warga tidak merasa bosan.
“Ceramah ini sudah berlangsung sejak tahun 1997 hingga saat ini. Semoga dengan adanya ceramah ini dapat mewujudkan kebersamaan, kesatuan dan persatuan serta selalu menyayangi antar umat beragama,” tutup Yusdin Daniyal











