Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Bantu Warga Terkena Dampak Covid-19, Kapolsek Bandara di Gorontalo Jualan Ikan

Dulohupa.id Jika umumnya profesi penjual ikan hanyalah profesi yang dianggap remeh orang lain, seorang perwira polisi di Gorontalo, yang juga menjabat sebagai Kepala Sektor Kepolisian (Kapolsek) Bandara Gorontalo, justru menjadikan profesi penjual ikan sebagai profesi sampingannya. Uniknya lagi, sebagian dari penghasilannya sebagai penjual ikan, ia sumbangkan untuk warga sekitar yang terdampak Covid-19.

IPDA Ismet Ishak sendiri bukan wajah baru bagi warga Gorontalo. Perwira polisi yang sempat menjadi bagian dari satuan Buser (Buru Sergap) di Reskrim Polres Gorontalo Kota dan Ditreskrimum Polda Gorontalo itu, sempat membuat bangga warga Gorontalo beberapa tahun lalu. Kala itu, Ismet yang baru berpangkat Aipda dan menjadi salah satu anggota Bhabinkantibmas di salah satu desa terpencil di Gorontalo, mendadak viral. Foto Ismet Ishak saat menggendong sejumlah siswa sekolah dasar menyebrangi sungai, viral di media sosial. Ismet kemudian diundang oleh Kapolri untuk mendapatkan penghargaan.

Kepala Sektor Kepolisian (Kapolsek) Bandara Gorontalo, IPDA Ismet Ishak-dulohupa.id-
Kepala Sektor Kepolisian (Kapolsek) Bandara Gorontalo, IPDA Ismet Ishak. (Foto: FB Ismet Ishak)

Kini, beberapa tahun berselang, Ismet yang sekarang telah menyandang pangkat IPDA dan dipercayakan menjadi seorang Kapolsek, kembali menunjukkan rasa sosialnya kepada masyarakat. Disela tugasnya sebagai Kapolsek, IPDA Ismet ternyata mengerjakan profesi sampingan sebagai penjual ikan. Uniknya, sebagian dari hasil penjualannya ia sumbangkan kepada warga miskin yang terkena dampak pandemi covid-19.

Ismet yang ditemui disela aktivitas berjualannya itu, nampak tak canggung saat melayani para pembeli. Bahkan, Ismet hanya tersenyum saat melihat ekspresi warga yang terkejut melihat ia menjadi penjual ikan.

“Ini hanya sampingan saja, setelah dinas di kantor, saya pulang ke rumah untuk ganti baju, lalu datang kesini untuk jualan,” ujarnya saat ditemui sejumlah awak media belum lama ini.

Usaha sampingan IPDA Ismet ini sendiri baru dilakoninya selama dua bulan, sejak pandemi Covid-19 melanda Gorontalo.

“Buat apa malu, lagipula ini profesi yang halal, sama dengan menjadi polisi, selama kita bekerja ikhlas dan jujur, insya allah akan mendapat ridho dari allah,” tandasnya. (DP-02)