Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINENASIONALTEKONOLOGI

Awas Kena Tipu, Begini Cara Bedakan Oli Palsu dan Asli

138
×

Awas Kena Tipu, Begini Cara Bedakan Oli Palsu dan Asli

Sebarkan artikel ini
Oli Palsu
Polisi saat mendapati oli palsu di wilayah Tangerang, Banten. Foto/Polri

BantenOli palsu banyak beredar di pasaran dan sangat merugikan masyarakat terutama pada kendaraan. Beberapa pelaku di lokasi berbeda telah berhasil diringkus oleh penegak hukum. Seperti kasus oli palsu belum lama ini berhasil diungkap Polda Banten.

Dari pengungkapan itu, dua pelaku yang bertanggung jawab atas produksi oli palsu di wilayah Tangerang dijerat pasal berlapis oleh penyidik Subdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Banten.

Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Banten, AKBP Dony Satria Wicaksono mengatakan, ada beberapa pasal yang disangkakan terhadap kedua pelaku.
Di antaranya, Pasal 100 ayat (1) dan atau ayat (2) UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang merek, Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan d UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Kemudian, Pasal 62 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SNI),” jelasnya. Minggu (26/5/24)

AKBP Dony Satria Wicaksono membenarkan, terbongkarnya kasus oli palsu tersebut, bermula dari adanya aduan perusahaan oli kepada Ditreskrimsus Polda Banten.

Dari informasi tersebut, petugas Subdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Banten kemudian melakukan penyelidikan.

“Iya benar informasi awal ada laporan dari pihak perusahaan oli kepada kami. Selain itu, juga dari penyelidikan kami sendiri,” ujarnya.

Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Banten mengatakan, dari laporan tersebut dilakukan penggerebekan pada Selasa (21/5/24) di dua lokasi yang disebutkan memproduksi oli palsu.

Dari dua lokasi yang berada di wilayah Cikupa dan Panongan, Kabupaten Tangerang itu petugas menemukan banyak barang bukti oli palsu termasuk alat untuk memproduksinya.

“Banyak barang bukti yang diamankan, termasuk alat memproduksi oli,” ujarnya.

Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Banten mengungkapkan, dari dua lokasi tersebut, barang bukti berikut dua orang yang bertanggungjawab atas produsen oli palsu itu dibawa ke Mapolda Banten untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” tuturnya.

Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Banten menegaskan pihaknya akan menindak pelaku kejahatan yang merugikan masyarakat. Diharapkan dari penindakan hukum ini akan menjadi pelajaran bagi pelaku lain untuk tidak lagi memproduksi oli palsu.

“Kami akan menindak segala macam bentuk kejahatan yang merugikan masyarakat seperti kasus oli palsu ini. Kami berharap masyarakat dapat melapor apabila mendapatkan informasi mengenai tempat produksi oli palsu,” jelasnya.

Sementara warga diminta sangat penting untuk berhati-hati saat membeli oli mesin. Berikut beberapa tips untuk membedakan oli asli dari oli palsu:

Mengenali Kemasan Botol Oli

Hal pertama yang harus Anda perhatikan saat membeli oli mesin adalah kemasannya. Periksa segel pada botol oli, apakah sudah rusak atau apakah ada tanda-tanda bekas suntikan di sisi botol. Jika Anda melihat tanda-tanda seperti itu, sebaiknya Anda tidak membeli oli tersebut atau mencari sumber lain.

Memperhatikan Warna Oli

Salah satu tanda yang dapat menunjukkan bahwa oli tersebut palsu adalah warnanya yang lebih gelap daripada oli asli. Meskipun ini bisa menjadi tanda yang sulit dideteksi jika Anda tidak mengenal warna oli yang asli, namun umumnya oli palsu tampak lebih keruh daripada yang asli.

Mencium Bau Oli

Ketika Anda membeli oli mesin yang asli, biasanya oli tersebut memiliki bau yang enak atau wangi saat Anda menciumnya. Sebaliknya, bau oli palsu biasanya kurang enak.

Perhatikan Barcode di belakang kemasan

Selanjutnya, membedakan oli palsu dengan yang asli bisa melihat barcode yang ada di belakang kemasan.“Barcode tersebut bisa dipindai, oli asli akan menghasilkan tulisan AHM.TO pada website resmi, sementara yang palsu tulisannya AHM.TOP atau bisa juga menghasilkan tulisan AHM.TO tapi dengan website tiruan, misal ada embel-embel blogspot.com dan sebagainya.

Dampak Pemakaian Oli Palsu

Jika Anda sudah menggunakan oli palsu tanpa sadar, efek negatifnya mungkin akan muncul setelah kendaraan Anda menempuh sekitar 1.000-2.000 kilometer. Oli palsu cenderung berubah menjadi hitam pekat dan kotor. Lebih buruk lagi, oli palsu dapat merusak mesin kendaraan Anda karena komponen yang terdapat dalam oli palsu dapat menyebabkan sumbatan pada mesin.