DULOHUPA.ID- Harapan Kota Gorontalo untuk segera kembali ke zona hijau penyebaran COVID-19, rupanya mesti ditempuh dalam waktu yang lama. Sebab, dari keterangan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, Mohammad Kasim, bahwa ada setidaknya empat guru di Kota Gorontalo positif COVID-19.
“Kalau sampe kemarin hasil pendataan kita itu, Kota Gorontalo sudah masuk zona hijau, kecuali Kecamatan Kota Barat. Cuma dari hasil testing lagi, saya mendapat laporan bahwa ada empat ketambahan kasus baru,” kata Mohammad, Jumat (27/11).
Keempat guru tersebut katanya, terkonfirmasi positif berdasarkan pemeriksaan swab kepada para guru di Kota Gorontalo, sebagai langkah menyambut pembukaan sekolah sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri.
“Sekolah kan (sebetulnya) belum buka. Cuma yang tes (swab) itu guru-gurunya, untuk mengetahui kalau andaikan akan dibuka sekolah, (jadi punya) persiapan. Jadi kita harus tahu kondisinya bagaimana. Begitu yah,” tegas Mohammad.
Dengan empat kasus tersebut, artinya jumlah pasien COVID-19 di Kota Gorontalo yang saat ini menjalani perawatan melonjak menjadi lima pasien, dari sebelumnya hanya satu pasien.
“Jadi untuk status hari ini (di Kota Gorontalo), ada lima yang pasien positif. Satu pasien di RS Aloe Saboe, (sedangkan) empat yang Isolasi mandiri. Isolasi mandiri itu kalau tanpa gejala, begitu,” kata Mohammad.
Dengan kasus baru tersebut juga, artinya delapan kecamatan yang sebelumnya berstatus zona hijau, kini kembali ke zona kuning.
“Jadi yang kembali ke zona kuning itu Kecamatan Sipatana, Kecamatan Dungigi, kemudian Kecamatan Dumbo Raya, dan Dumbo Raya. Kembali ke zona kuning karena masing-masing kecamatan ini masing-masing memiliki satu kasus. Karena syarat untuk hijau itu, harus nol (kasus),” tegas Mohammad.
Meski begitu kata Mohammad, status zona penyebaran COVID-19 itu sebetulnya dinamis. Apalagi Kota Gorontalo merupakan Ibu Kota Provinsi Gorontalo, dan menjadi pusat aktivitas masyarakat. Sehingga status zonasi tentu akan berubah, jika masyarakatnya abai dan lalai. Terlebih ketika masyarakat mulai terlena dengan informasi zona hijau.
“Itu juga sebenarnya menggambarkan bahwa kita ini harus selalu waspada, tidak boleh lengah, tidak boleh kendor untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Jadi harus tetap menggunakan masker, tetap menjaga jarak, dan tetap harus rajin mencuci tangan. Karena masih ada kemungkinan virus (SAR-COV-2 penyebab COVID-19) itu masih menyebar,” tutup Mohammad.
*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Reporter: Yusuf Konoli











