Scroll Untuk Lanjut Membaca
BONE BOLANGOHEADLINE

Karyawan PT Gorontalo Mineral Lari ke Hutan Dikejar Massa saat Penyerangan Camp

×

Karyawan PT Gorontalo Mineral Lari ke Hutan Dikejar Massa saat Penyerangan Camp

Sebarkan artikel ini
Mineral Gorontalo
Para penambang Suwawa saat mengelar Unjuk Rasa. Dok/Ist

Gorontalo — Hari Jumat (30/10/2026), menjadi salah satu hari paling mencekam bagi para karyawan PT Gorontalo Mineral (GM) yang bertugas di Main Camp Sungai Max.

Alih-alih hari kerja biasa, mereka harus berkejaran dengan waktu dan ancaman fisik demi menyelamatkan nyawa setelah massa aksi mendadak menduduki area perkemahan.

Kisah bermula sekitar pukul 10.00 WITA. Para karyawan yang terdiri dari tim medis (Ansar dan Yonas), juru masak (Dino dan Lukman), staf GA (Stenli), staf Environment (Iswan), hingga staf Electrical (Husain) mendapat informasi darurat untuk segera menjauh dari camp menyusul situasi panas di area Motomboto.

Tujuh karyawan tersebut awalnya bergegas mengamankan diri ke arah Kayu Bulan. Namun, dua juru masak tidak sempat ikut rombongan. Sementara itu, kelima rekan lainnya terpaksa berlari kocar-kacir masuk ke dalam area hutan di sekitar nursery setelah gelombang massa mulai membanjiri jalan perusahaan.

Suasana kian menegangkan ketika sebagian massa menyusuri area Sungai Max dan memburu para pekerja yang bersembunyi. Dua karyawan berhasil lolos lebih jauh ke dalam hutan, diiringi teriakan provokatif “Napa dorang, tangkap dorang” serta hantaman lemparan batu dari arah massa.

Tiga karyawan lainnya tak sempat melarikan diri karena terlanjur terkepung. Mereka akhirnya digiring kembali ke area camp Sungai Max, di mana ratusan massa telah merangsek masuk ke mes, kamar, dapur, hingga gudang logistik. Di tengah kepanikan tersebut, para karyawan juga sempat menyaksikan upaya pembakaran mushola oleh oknum massa, yang beruntung berhasil dicegah oleh rekan mereka sendiri.

Beruntung, situasi berangsur mereda setelah Kapolres Bone Bolango bersama jajaran tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WITA dan memberikan arahan hingga massa membubarkan diri pada pukul 13.00 WITA.

Redaksi Dulohupa