Dulohupa.id – Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Gorontalo sabet rekor muri soal Uji Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah secara Seri dengan Sampel Terbanyak. Pemberian penghargaan berlangsung di Ballroom Azlea Kota Gorontalo pada Kamis (29/10/2026). Dalam kegiatan itu, turut hadir Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan POM RI, Elin Herlina bersama tim, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Sugondo A Makmur.
Dalam kesempatan wawancara, Kepala BBPOM di Gorontalo, Lintang Purba Jaya mengatakan penghargaan ini merupakan yang pertama di Indonesia.
“Jadi ini adalah rekor muri pertama kali didapatkan oleh Saka POM, yang melakukan pengujian terbanyak untuk pangan jajanan anak sekolah. Jadi yang pertama dilakukan oleh Saka POM di seluruh Indonesia,” ujar Lintang kepada awak media.
Penghargaan ini langsung diberikan oleh pihak Museum Rekor Indonesia. Pengambilan sampel ini kata Lintang, dilakukan di 101 sekolah yang ada di Gorontalo, pada kurun waktu 9 Juni sampai 6 Agustus 2026.
“Yaitu di 101 sekolah dan 2052 sampel, terdiri dari sampel pangan jajanan anak sekolah dan sampel MPG,” ucapnya.
Dijelaskan, dalam proses pengambilan sampel ini, anggota Saka POM yang langsung melakukan pengujian, tak hanya itu, juga mereka turut memberikan edukasi terkait hal tersebut.
Dengan menyabet rekor ini, menurut Lintang, tak membuat mereka langsung berpuas diri. Melainkan akan menjadi spirit tambahan untuk lebih memaksimalkan pelaksanaan uji sampel jajanan sekolah.
“Dengan kita mendapatkan rekor muri ini, artinya bukan hanya prestasi ya, tetapi ini adalah beban kita untuk meneruskan estafet dari Saka POM ini untuk terus bisa melakukan pengujian dan terus bisa melakukan edukasi di sekolah,” ungkapnya.
Selanjutnya, kata Lintang, Saka POM menargetkan untuk bisa melakukan proses pengujian di seluruh sekolah yang ada di Gorontalo.
“Seterusnya ini menjadi PR kita dan perluasan sekolah, tidak hanya 100 sekolah mungkin nanti kita bisa dapat di seluruh sekolah di Provinsi Gorontalo kita lakukan edukasi dan pengambilan sampel pangan jajanan anak sekolah di kantin maupun di MBG, itu yang kita lakukan menjadi target kita ke depannya,” tambahnya.
Selain agenda penerimaan rekor muri, dalam kesempatan itu, BBPOM di Gorontalo juga turut melaksanakan kegiatan Evaluasi dan Monitoring Program Gerakan Masyarakat. Menurut Lintang, dalam program ini, sudah dilaksanakan di 3 desa, 10 sekolah dan 1 pasar di wilayah Kabupaten Gorontalo.
“Yang menjadi prestasinya adalah di tahun 2026 ini kita ada Desa Toto Utara itu di Kabupaten Bone Bolango menjadi juara 3 nasional sebagai desa pangan aman dan SMK 1 Bone Bolango sebagai juara 1 sekolah pangan aman di tingkat nasional,” tandasnya.
“Dan MIM Gorontalo itu sebagai juara 1 tingkat sekolah dasar sebagai sekolah pangan aman. Itu menjadi salah satu prestasi kita,” lanjutnya.
Dipenghujung penyampaiannya, Lintang berharap agar raihan ini akan menjadi energi tambahan bagi pihaknya untuk terus bekerja.
“Harapannya, pertama dengan adanya muri ini bukan sesuatu akhir, tapi ini adalah permulaan, bahwa pemerintah daerah maupun pramuka ini untuk terus mengembangkan Saka POM ini untuk bisa dimanfaatkan dan bisa digunakan sebagai sarana edukasi untuk keamanan pangan,” jelas Lintang.
“Kedua adalah pengimbasan, kita harapkan sekolah lainnya maupun desa lainnya ini juga menjadi desa pangan aman maupun sekolah pangan aman, yang kedepannya ini bisa memberikan dampak untuk golnya kita. Harapan kita adalah salah satu kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo mendapatkan predikat pangan aman,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Gorontalo, Sugondo menyampaikan apresiasinya atas capaian yang didapatkan.
“Bagi kami, Alhamdulillah ini adalah pencapaian yang luar biasa,” kata Sugondo.
Kabupaten Gorontalo yang menjadi salah satu lokus kegiatan pengambilan sampel itu, diharapkan akan terus berlanjut.
“Pesan beliau (Bupati Gorontalo) adalah kegiatan ini harus dilanjutkan, bukan hanya dalam rangka pencapaian rekor muri, tapi dalam rangka untuk memastikan makanan itu aman dikonsumsi,” jelasnya.
“Kami sangat mendukung, karena Saka POM adalah binaan Kwartir Daerah, disisi lain Bupati kita ini adalah Ketua Kwarda, jadi sangat mendukung,” tutup Sugondo.
Reporter: Yayan











