Dulohupa.id – Dalam rangka menekan angka penyebaran penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), satuan tugas (Satgas HIV-AIDS) laksanakan razia di sejumlah penginapan dan kos-kosan di wilayah Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari (3-4/10/2026).
Berdasarkan data di Kecamatan Kota Timur terdapat 20 orang yang positif HIV. Hal ini yang mendorong pihak satgas mendatangi lokasi-lokasi berbeda untuk melakukan pengecekan kesehatan terkait penyebaran penyakit ini.
Melalui Pj Program HIV Komisi Penanggulangan AIDS Kota Gorontalo, Sri Wahyuni mengatakan bahwa razia malam itu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan atau tes HIV.
“Hari ini kita kegiatannya pendampingan penjangkauan populasi beresiko. Dia terlihat dari WPS (wanita pekerja seks), LSL (lelaki seks dengan lelaki) waria, kemudian ada populasi umum yang berperilaku beresiko tertular HIV,” ujar Sri kepada Dulohupa.
“Jadi di situ kita melakukan pemeriksaan atau tes HIV, kalau yang positif kita langsung lakukan perujukan untuk mendapat pengobatan. Kalau yang negatif kita berikan pengobatan profilaksinya, pencegahannya, kemudian ada satu tes sipilis,” lanjutnya.
Dari razia yang dilakukan, kata Sri terdapat 62 orang yang dilakukan tes HIV. Dimana satu diantaranya disebutkan positif sipilis.
“Dari hasil kami lakukan pendampingan dan penjangkauan ada 62 sasaran yang kita temui. Dari 62 ini, satu positif sipilis dari populasi wanita penjaga seks (WPS),” jelasnya.
“Kemudian ada dua yang masih harus kita lanjut pemantauan, karena hasil masih samar-samar untuk arah-arah HIV,” sambung Sri.
Dari dua orang yang masih dalam pemantauan itu kata Sri, pihaknya telah melakukan langkah pencegahan dan edukasi untuk menekan angka penyebaran.
“Tapi untuk melakukan pencegahan ini kita memberikan edukasi, kemudian memberikan treatment pencegahan dan memberikan kondom. Karena mereka masuk dalam populasi yang satu pelanggan, satu WPS,” ucapnya.
Selain menyasar populasi yang berisiko, dalam razia itu juga petugas melakukan pengecekan terhadap masyarakat umum, mengingat tren kasus yang ada di Kota Gorontalo.
“Karena di sini kita sasarannya bukan hanya pada populasi kunci atau populasi beresiko, kita juga ke masyarakat umum. Karena mengingat tren kasus yang ada di kota Gorontalo, bukan hanya terfokus pada populasi kunci atau populasi beresiko, namun pada populasi umum pun sudah ada beberapa kasus yang kita temui,” pungkasnya.
Reporter: Yayan











