Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINE

Kemarau Panjang di Gorontalo Bikin Peternak Sapi Kesulitan Cari Pakan dan Air

×

Kemarau Panjang di Gorontalo Bikin Peternak Sapi Kesulitan Cari Pakan dan Air

Sebarkan artikel ini
Kemarau Panjang Gorontalo
Salah satu peternak sapi asal Bone Bolango saat memikul pakan dari batang padi usai diambilnya di lahan persawahan di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Musim kemarau berkepanjangan di Gorontalo tidak hanya membebani sektor pertanian, tetapi juga menimbulkan dampak nyata bagi para peternak sapi. Kekeringan yang melanda membuat ketersediaan pakan ternak dan sumber air menyusut tajam, sehingga mengancam kondisi ternak sekaligus menambah beban pemeliharaan.

Para peternak mengaku kondisi ini terasa jauh lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Padang rumput yang biasanya hijau kini mengering dan semakin sulit ditemukan, sehingga mereka harus menempuh jarak lebih jauh demi mendapatkan pakan.

Salah satu peternak sapi di Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, Iman mengaku setiap hari ia harus berjuang mencari pakan hingga ke luar daerah

“Setiap sore cari pakan, hari ini saya ambil di persawahan yang ada di Kota Gorontalo,” ujar Iman kepada Dulohupa, Senin sore (21/9/2026).

Iman menjelaskan, sebenarnya ia telah menanam rumput gajah untuk pakan ternaknya sendiri, namun belum bisa dipanen karena kondisi tanah yang sangat kering.

“Saya ada tanam rumput gajah, tapi belum bisa diambil. Belum bisa dipotong, kecuali disiram setelah dipotong, baru boleh. Kalau tidak disiram, tunasnya akan mati,” jelasnya.

“Jadi kalau musim panas begini, rumput itu akan mati kalau tidak disiram,” lanjutnya.

Kendati harus menempuh perjalanan jauh, Iman tetap melakukannya demi mencukupi kebutuhan pakan ternaknya. Ia pun mengaku kesulitan mendapatkan air untuk menyiram rumput tersebut.

“Rumput gajah itu sudah tumbuh besar, sebenarnya sudah boleh dipotong. Tapi harus disiram supaya tunasnya tidak mati. (kenapa tidak dipotong lalu disiram?) Air tidak ada, persediaan air sekarang sangat terbatas, bahkan air di rumah pun sulit,” keluhnya.

“Jadi setiap hari saya ambil batang padi begini, walau jauh. Rencananya, nanti kalau sudah hujan, baru saya potong rumput gajah itu,” tambahnya.

Iman menegaskan bahwa pakan di sekitar kandangnya sudah sangat sulit ditemukan.

“Memang sudah tidak ada pakan di sini, sangat susah. Walaupun jauh, tetap harus dicari,” pungkasnya.

Reporter: Yayan