Dulohupa.id – Dampak musim kemarau di Gorontalo mulai dirasakan masyarakat. Persoalan kekeringan dan kekurangan air bersih terus meluas. Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bone Bolango mencatat sebanyak 13 desa di 6 kecamatan mulai dilakukan proses penyaluran air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bone Bolango, Achril Babyonggo mengungkapkan bahwa proses penyaluran air bersih ke masyarakat telah berlangsung hampir 2 pekan.
“Kami sudah mulai tanggal 22 Juli melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak,” ujar Achril kepada awak media pada Kamis (30/07/2026).
“Sampai saat ini yang sudah didistribusikan ada 13 desa di 6 kecamatan,” lanjutnya.
Dari 13 desa ini, menurut Achril ada sejumlah kurang lebih 400 KK yang dilakukan pendistribusian air.
“Untuk jumlah jiwa mungkin sekitar 600 sampai 800,” ucapnya.
Lebih lanjut dijelaskan Achril, dari banyaknya korban terdampak, yang terbesar ada di Kecamatan Bone Pantai, Suwawa Selatan hingga Tilongkabila.
“Yang terdampak paling besar itu di Bone Pantai itu ada 4 desa, kemudian di Suwawa Selatan itu kekeringan ada 4 desa juga, sisanya Tilongkabila dan Bulango Timur,” kata Achril.
Menurut Achril, proses pendistribusian air bersih ke masyarakat terdampak dilakukan setiap harinya.
“Kami menyalurkan setiap hari, sementara itu lokasinya kita berpindah-pindah,” pungkasnya.
Hingga saat ini, ada sejumlah 6 armada yang dikerahkan dalam proses pendistribusian air bersih ke masyarakat, diantaranya armada dari BPBD Kabupaten Bone Bolango, PMI Kabupaten Bone Bolango, BPBD Provinsi Gorontalo, Balai Sarana Prasarana, dan PMI Provinsi Gorontalo.
Reporter: Yayan











