Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Presiden Prabowo: B50 Hemat Devisa Negara hingga Ratusan Triliun Rupiah

×

Presiden Prabowo: B50 Hemat Devisa Negara hingga Ratusan Triliun Rupiah

Sebarkan artikel ini
Presiden Resmikan B50
Presiden Prabowo menyaksikan pengisian B50. Foto: Youtube Sekertariat Presiden

KARAWANG, Dulohupa.id – Peluncuran program Mandatori Biodiesel 50% atau B50 oleh Presiden Prabowo Subianto tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional. Kebijakan ini juga diproyeksikan membawa dampak besar bagi struktur fiskal dan perekonomian Indonesia.

Presiden menegaskan, B50 adalah strategi utama pemerintah untuk menekan kebocoran anggaran akibat impor bahan bakar.

Dalam pidato peresmiannya di Karawang, Kamis (09/07/2026), Presiden Prabowo menjabarkan bahwa penghentian impor solar secara total melalui substitusi 50% minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) akan mengamankan devisa negara dalam jumlah signifikan.

Dana yang selama ini mengalir ke luar negeri untuk membeli BBM, kini bisa diputar kembali di dalam negeri.

“Uang rakyat yang selama ini kita gunakan untuk membeli solar dari negara lain, sekarang bisa kita kunci di dalam negeri. Angka penghematannya tidak main-main, bisa mencapai ratusan triliun rupiah. Ini adalah dana yang sangat besar untuk membangun infrastruktur dan pendidikan,” tutur Presiden disambut tepuk tangan.

Dialokasikan untuk Program KerakyatanPresiden menambahkan, penghematan di neraca perdagangan ini akan langsung dialokasikan untuk mendanai berbagai program kerakyatan.

Langkah berani ini diharapkan mampu memperkuat nilai tukar Rupiah dan memberikan stimulus positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Dengan B50, kita tidak hanya mandiri energi. Kita juga punya ruang fiskal lebih besar untuk membangun dari desa, sekolah, rumah sakit, sampai jalan,” tegasnya.

Pemerintah menargetkan implementasi B50 penuh mulai Oktober 2026 setelah masa transisi SPBU selesai.

Penulis: Apin

Editor: Enda