KARAWANG, Dulohupa.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menepis keraguan publik terkait penggunaan Biodiesel 50% atau B50. Pemerintah menegaskan, B50 yang resmi diluncurkan telah melalui rangkaian uji teknis ketat dan komprehensif.
Menteri ESDM memaparkan hasil uji jalan atau road test serta uji performa jangka panjang yang dilakukan secara ilmiah sebelum peluncuran oleh Presiden.
Pengujian tidak hanya dilakukan pada kendaraan penumpang pribadi. B50 juga diuji secara masif di 6 sektor strategis nasional dengan beban kerja berat.
“Sebelum resmi diluncurkan oleh Bapak Presiden, kami telah memastikan B50 ini sukses diuji coba di enam lini utama. Sektor tersebut meliputi industri otomotif, alat dan mesin pertanian atau alsintan, alat berat pertambangan, angkutan laut, moda transportasi perkeretaapian, hingga mesin pembangkit listrik milik PLN,” papar Menteri ESDM.
Dari seluruh rangkaian uji coba, data teknis menunjukkan B50 terbukti aman digunakan. Tidak ditemukan masalah penyumbatan pada filter bahan bakar dan efisiensi kinerja mesin tetap terjaga optimal.
Lebih dari itu, emisi gas buang yang dihasilkan B50 jauh lebih bersih dibandingkan solar murni 100% fosil.
“Ini membuktikan B50 tidak hanya aman untuk mesin, tetapi juga berkontribusi langsung pada udara yang lebih bersih,” ujarnya.
Dengan hasil yang memuaskan tersebut, Kementerian ESDM mengimbau masyarakat dan pelaku industri untuk tidak ragu beralih ke B50.Pemerintah menjamin kelayakan teknis bauran baru ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan mempercepat target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.
Penulis: Apin Editor: Enda









