Scroll Untuk Lanjut Membaca
BONE BOLANGOEKONOMIHEADLINE

Harga Terjangkau, Warga Pilih Beli Tomat Langsung ke Petani

×

Harga Terjangkau, Warga Pilih Beli Tomat Langsung ke Petani

Sebarkan artikel ini
Harga Tomat
Warga beli tomat langsung ke petani di Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Kenaikan harga komoditas tomat yang sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir rupanya kian berdampak terhadap daya beli masyarakat. Meski tidak menjadi bahan utama dalam kebutuhan dapur rumah tangga, tomat masih menjadi bagian penting dalam setiap olahan makanan masyarakat Gorontalo.

Tak main main, di pasar tradisional maupun pasar harian, harga tomat kini masih mencapai 30 hingga 35 ribu rupiah per kilogram.

Di tengah mahalnya harga tomat ini, sejumlah warga di Kabupaten Bone Bolango pun memilih langsung membeli tomat ke petani. Selain kondisi yang masih segar, warga juga bisa membeli dengan harga jauh lebih murah dan terjangkau.

Salah satu pembeli, Ichwan Husain mengaku dengan membeli langsung di tingkat petani, warga bisa mendapatkan ketersediaan yang cukup banyak.

“Kalau masalah harga itu sangat berbeda dibanding harga di pasar tradisional yang masih mencapai 30 ribu per kilogram, kalau kita beli langsung ke petani itu hanya 25 ribu perkilo,” Ujar Ichwan Husain.

Ichwan mengaku, mahalnya harga tomat ini memang cukup berdampak pada kebutuhan dapur rumah tangga, yakni bertambahnya biaya belanja yang dikeluarkan. Namun disisi lain Ichwan juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga tomat ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu, salah satu petani tomat di Kabupaten Bone Bolango, Irmanto Usman mengatakan penjualan tomat di tingkat petani memang jauh lebih murah. Irmanto mengatakan hal ini betujuan untuk membantu warga dalam mendapat pasokan tomat dengan harga terjangkau.

“Kalau di kebun ini saya jual 25 ribu per kilogram supaya teman teman atau warga yang butuh tomat, mereka bisa beli dengan harga yang sesuai kantong mereka. Saya memudahkan supaya daya beli masyarakat sesuai dengan keuangan mereka,” Pungkas Irmanto.

Redaksi