Scroll Untuk Lanjut Membaca
KAB. GORONTALO

BPBD Kabupaten Gorontalo Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

×

BPBD Kabupaten Gorontalo Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
BPBD Gorontalo
Petugas BPBD Kabupaten Gorontalo saat menunjukan ketersediaan armada dan peralatan penanganan bencana. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Meski dengan keterbatas personel dan armada hingga ketersediaan paket bantuan menipis, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo pastikan kesiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Sebelumnya beberapa pekan terakhir, wilayah Provinsi Gorontalo, khususnya Kabupaten Gorontalo terus dihadapkan dengan cuaca ekstrem. Bahkan berbagai bencana alam mulai dari banjir, tanah longsor hingga angin puting beliung kerap melanda pemukiman warga di Kabupaten Gorontalo.

Rentetan bencana alam yang berdampak terhadap warga ini pun membuat keterbatasan paket bantuan berupa kebutuhan keluarga, bayi hingga perlengkapan tidur kian menipis. Disamping itu, keterbatasan personil dan armada pun menjadi yang kerap dihadapi BPBD Kabupaten Gorontalo dengan cakupan wilayah yang luas.

Berdasarkan data yang ada, BPBD kini memiliki 5 unit tenda pengungsian serta 200 unit tenda keluarga. Sementara itu, ketersediaan matras yang sebelumnya berjumlah 300 unit kini hanya tersisa sebanyak 60 unit. Paket kebutuhan keluarga yang sebelumnya tersedia sebanyak 500 paket kita tersisa 57 paket. Tak hanya itu, paket kebutuhan bayi pun kini kian menipis dan hanya tersisa 40 paket dari yang sebelumnya berjumlah 300 paket.

Meskipun demikian, Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo, Udin S. Pango menegaskan seluruh personil dan armada serta ketersediaan bantuan yang ada terus disiagakan setiap saat dan dimaksimalkan dalam penanganan bencana yang terjadi akibat dampak cuaca ekstrim.

“Yang pasti kita juga sudah menghimbau kepada camat dan kepala desa bahkan telah mendapatkan dukungan dari Bupati agar segera mungkin memberikan laporan kepada kita. Supaya kita bisa langsung turun ke lapangan dan kita siaga baik personil maupun armada sekalipun masih dalam keterbatasan,” Ungkap Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo, Udin S. Pango.

Lebih lanjut, untuk menunjang dan memaksimalkan penangan bencana, BPBD Kabupaten Gorontalo juga telah membentuk kelompak kelompak masyarakat, seperti RedCar, desa tangguh bencana (Destana). Udin Pango menjelaskan, kelompok masyarakat yang menjadi binaan dinilai sebagai personil yang disiapkan sebagai ujung tombak dalam penanganan awal saat terjadi bencana.

“Kita personil itu kalau tim respon cepat sekitar 60 orang, kemudian kalau damkar 40an orang,” ujar Udin.

Tim Dulohupa