Dulohupa.id – Hampir memasuki 3 pekan, warga Desa Hulawa Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo masih melakukan aksi tanam pohon pisang di jalan Rock Katili. Namun kini, tak hanya pohon pisang, terpantau di lapangan bibit padi juga menghiasi kubangan jalan yang tidak jauh dari pasar Minggu tersebut.
Terpantau 3 pohon pisang dan puluhan bibit padi subur ditanami di lokasi itu. Salah satu warga, Ramin mengungkapkan bahwa aksi ini telah berlangsung hampir 3 minggu.
Menurutnya, sejak dilakukan aksi itu sekiranya talah beberapa kali dilakukan pertemuan antara warga dan pemerintah (desa).
“Katanya mau dibuat saluran (drainase) dulu, kalau ditimbun-timbun terus tidak ada guna,” ujar Ramin kepada Dulohupa, Kamis (13/11/2025).
Menurut Ramin, penanaman pohon pisang dan bibit padi dilakukan sebagai bentuk protes warga terhadap perhatian pemerintah atas kondisi jalan yang rusak.
“Ini abis hujan makin parah,” tandasnya.
Sementara itu, saat ditemui Kepala Desa Hulawa, Herlina Lihawa menjelaskan bahwa jalan Rocky Katili tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Gorontalo. Jalan tersebut terangnya, salah satu akses yang cukup sentral atau sering dilintasi warga yang menghubungkan Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.
Menurut Herlina, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak pemda terkait jalan tersebut dengan membuat proposal pengajuan. Bukan nanti sekarang, kata Herlina koordinasi yang dilakukannya telah sejauh hari.
“Kami berupaya membuat proposal kemudian kami bawa ke Ketua Dewan kabupaten, kadis PUPR dan kordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati,” terang Herlina.
“Terkait dengan jalan itu mendapat respon positif,” lanjutnya.
Lebih lanjut jelas Herlina, ditargetkan jalan Rocky Katili ini akan dikerjakan pada tahun 2026 mendatang.
Meski begitu menurut Herlina, pemerintah desa tak hanya akan diam saja sambil menunggu pengerjaan jalan itu dilaksanakan, pihaknya telah mempersiapkan upaya-upaya antisipasi yang akan diambil sembari menunggu proses pekerjaan jalan Rocky Katili terealisasi.
Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya telah melakukan pertemuan dengan masyarakat sekitar terkait solusi sementara atas kubangan jalan ini. Dua solusi dihasilkan yaitu membuat drainase kecil dan meresapkan air kedalam tanah (suntik).
“(solusi antara membuat drainase dan suntik) sehingga saya bilang mana yang terbaik sambil menunggu kucuran anggaran daerah nanti untuk pengerjaan jalan,” tutupnya.
Reporter: Yayan












