Dulohupa.id – Calon Gubernur Gorontalo, Nelson Pomalingo memaparkan kondisi pendidikan di Provinsi Gorontalo dalam debat kandidat terbuka pertama yang diselenggrakan KPU Provinsi Gorontalo di Sumber Ria Ballroom, Jumat (25/10/2024) malam.
Nelson menyebut rata-rata Rakyat di Gorontalo kurang lebih 60 persen lulusan Sekolah Dasar (SD). Sehingga pendidikan perlu didorong tak hanya formal tapi ada juga non formal, seperti adanya program Paket A, B dan C untuk warga ingin melanjutkan sekolah.
“Kita bisa lihat Dikbud itu hanya bisa bicara tentang sekolah. Padahal di luar sekolah, begitu banyak kita harus dorong. Oleh Karena itu Sekolah kita dorong berinovasi, ilmu pengetahuan kita kembangkan tapi kita kembangkan juga apa yang disebut dengan paket A,B dan C,” tutur Nelson.
“Ada kurang lebih 60 persen rakyat Gorontalo kita lulusan SD. Sehingga kita berharap ada paket A,B dan C ini betul-betul didorong. Alhamdulillah kalau di Kabupaten Gorontalo dari 600 orang tinggal 90 orang” sambungnya.
Benarkah Rakyat Gorontalo kurang lebih 60 persen hanya lulusan SD?
Hasil Penelusuran
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo jumlah penduduk Provinsi Gorontalo hingga tahun 2024 sebanyak 1.227.794 jiwa.
Sebelumnya BPS melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional pada Bulan Maret 2023, sebagian besar penduduk Provinsi Gorontalo mulai dari usia 15 tahun ke atas telah menamatkan pendidikan SD dan SMP 43,87 persen, dan tamatan SMA 32,75 persen. Sementara sisanya 23,38 persen penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak memiliki ijazah.
Sementara rata-rata lama sekolah penduduk di Provinsi Gorontalo hanya sampai kelas tiga SMP (IX).
Pada data lainnya Dikutip dari databoks.katadata.co.id yang dilaporkan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2021, Penduduk Gorontalo yang telah menamatkan Sekolah Dasar (SD) sebanyak 344,97 ribu jiwa (28,78%) dan yang belum tamat SD ada 210,84 ribu jiwa (17,59%). Sedangkan yang belum/tidak sekolah terdapat 219,47 ribu jiwa (18,31%).
Terdapat pula 134,74 ribu jiwa (11,24%) yang berpendidikan hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Penduduk Gorontalo yang berpendidikan hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sebanyak 213,26 ribu jiwa (17,79%).
Sementara terdapat 328 jiwa (0,03%) penduduk Gorontalo merupakan lulusan S3, sebanyak 4,11 ribu jiwa (0,34%) berpendidikan hingga jenjang S2, serta 55,71 ribu jiwa (4,65%) yang berpendidikan S1.
Ada pula 10,93 ribu jiwa (0,91) penduduk Gorontalo yang berpendidikan hingga jenjang D3 dan terdapat 4,39 ribu jiwa (0,37%) yang berpendidikan D1 dan D2.
Kesimpulan
Pernyataan Calon Gubernur Gorontalo, Nelson Pomalingo yang menyebut Rakyat Gorontalo 60 persen lulusan SD adalah keliru. Hal ini berdasarkan data BPS, penduduk usia dari 15 tahun ke atas yang menamatkan pendidikan SD dan SMP sebanyak 43,87 persen.
Data lainnya menurut databoks.katadata.co.id pada tahun 2021 menunjukan, penduduk Gorontalo menamatkan pendidikan SD sebanyak 344,97 ribu jiwa atau 28,78 persen.
Jika 60 persen Penduduk Gorontalo yang lulus SD seperti yang disebutkan Nelson, maka angkanya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laporan data BPS dan Databoks.
Sumber Rujukan:











