Scroll Untuk Lanjut Membaca
CEK FAKTAHEADLINEKOTA GORONTALOPilkada

Cek Fakta: Adhan Dambea Klaim Tak Ada Banjir Sewaktu Jabat Wali Kota

×

Cek Fakta: Adhan Dambea Klaim Tak Ada Banjir Sewaktu Jabat Wali Kota

Sebarkan artikel ini
Banjir Kota Gorontalo
Pasangan Calon Wali Kota dan wakil Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea - Indra Gobel dalam debat terbuka. Foto/KPU

Dulohupa.id – Calon Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea mengklaim jika tidak ada peristiwa banjir di wilayah Kota Gorontalo sewaktu dirinya menjabat Wali Kota pada periode 2008-2013. Pernyataan itu disampaikan saat debat terbuka pertama yang dilaksanakan KPU Kota Gorontalo di Grand Sumber Ria Ballrom, Rabu (23/10/2024).

“Saya 5 tahun jadi walikota, tapi tidak pernah ada banjir. Cuman banjir terjadi sebelum jadi wali kota, yakni terjadi pada tahun 2006 dan 2007,” ungkap Adhan.

Menurutnya Banjir yang sering terjadi di Kota Gorontalo karena saluran-saluran tidak pernah diurus dengan baik.

“Saluran tidak pernah digali, tidak pernah diurus. Jika saya dan pak Indra terpilih, prioritas utama menanggulangi banjir di Kota Gorontalo karena banjir menjadi masalah prinsip,” tegas Adhan Dambea.

Hasil Penelusuran

Berdasarkan data dari pusat krisis Kementerian Kesehatan, pada tanggal 4 Agustus 2010 pukul 22.00 WITA telah terjadi bencana banjir dengan ketinggian air antara 1 – 1,5 meter di 4 Kecamatan dan 16 Kelurahan, Kota Gorontalo.

Meliputi Kecamatan Kota Selatan (Kelurahan Donggala, Biawu, Siendang, Biawao, Limba. Kecamatan Kota Barat (Tinelo, Molosipat, Buladu, Buliide.

Kecamatan Kota Timur (Moduu, Bugis, Padebuolo), dan Kecamatan Kota Utara (Dembe 1, Dembe Jaya, Wongkaditi Timur, Wongkaditi Barat).

Pemberitaan Kompas.com juga melaporkan, pada Kamis (5/8/2010), Kota Gorontalo nyaris lumpuh akibat hujan lebat yang mengguyur ibu kota Provinsi Gorontalo itu.

Ribuan rumah penduduk dan ratusan hektar sawah di enam kecamatan terendam, sementara pusat-pusat perbelanjaan tutup akibat jalan di wilayah-wilayah tersebut dilanda banjir.

Pemerintah Kota Gorontalo dan Provinsi Gorontalo terus mengevakuasi warga yang rumahnya kemasukan air dengan ketinggian mencapai satu hingga satu setengah meter.

Tak hanya di tahun 2010, peristiwa banjir juga terjadi pada tahun 2011.

Dikutip dari berita antara.com, pada Minggu, 27 Maret 2011, sebagian wilayah di Kota Gorontalo, Minggu sore, kembali kebanjiran setelah hujan deras turun selama kurang lebih selama empat jam.

Banjir terlihat merendam sebagian rumah warga seperti di Kelurahan Limba B, Limba U, Biawu, dan Biawao dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 30 centimeter.

Genangan air juga menutup sebagian besar badan jalan utama seperti di kawasan Jalan Ahmad Yani di depan Masjid Jami Kota Gorontalo dan sepanjang Jalan Pandjaitan.

Seorang warga Kelurahan Limba B, Djufryahard, mengatakan, air dari drainase di wilayah itu selalu meluap setiap turun hujan cukup deras. Air melewati kawasan itu berasal dari Danau Limboto.

“Luapan juga diperparah dengan ditutupnya pintu air drainase, dan lantai saluran air yang disemen, sehingga air kehilangan sumber resapan,” katanya.

Genangan air akibat banjir di wilayah itu diperkirakan surut selama satu atau dua hari mendatang, terutama jika tidak terjadi lagi hujan deras.

Kondisi Banjir Kota Gorontalo Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2011 (Nurhayati Doda)

Kesimpulan

Bencana banjir pernah terjadi di tahun 2010 dan 2011 dimasa kepemimpinan Adhan Dambea jsebagai Wali Kota Gorontalo periode 2008-2013.  Bahkan aktivitas Kota Gorontalo saat itu nyaris lumpuh. Banjir terjadi akibat luapan sungan Bone dan Danau Limboto, ditambah meluapnya air dari drainase/saluran.

Sumber Rujukan:

https://pusatkrisis.kemkes.go.id/bencana-banjir-di-kota-gorontalo

https://nasional.kompas.com/read/2010/08/05/08432953/Gorontalo.Nyaris.Lumpuh

https://www.antaranews.com/berita/251599/sebagian-kota-gorontalo-kebanjiran

 

Redaksi