Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKAB. GORONTALOPERISTIWA

7 Hari Tak Ditemukan, Pencarian Nenek Hilang di Batudaa Dihentikan

×

7 Hari Tak Ditemukan, Pencarian Nenek Hilang di Batudaa Dihentikan

Sebarkan artikel ini
Nenek Hilang Batudaa
Proses pencarian korban hilang di Batudaa. Foto: Basarnas.

Dulohupa.id – Tim Search and Rescue Kantor Basarnas Gorontalo bersama pihak keluarga korban terpaksa menghentikan proses pencarian seorang nenek di Batudaa setelah dinyatakan hilang selama 7 hari.

Sebelumnya, seorang kakek asal Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo bernama Hasana Bano (68) dinyatakan hilang sejak Kamis, 16 Desember 2023. Dimana korban terakhir dikabarkan diduga pergi menuju ke arah pegunungan untuk berkebun, namun korban tak kunjung kembali.

Tim SAR gabungan pun telah melakukan pencarian selama 5 hari dengan menyisir seluruh area pegunungan yang diduga menjadi tempat korban berkebun. Tim SAR telah melakukan pencarian dengan radius jarak lebih dari 2,68 Kilometer. Namun tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Terkait orang hilang di Batudaa kemarin, kita sudah melakukan pencarian selama 5 hari yang seharusnya 7 hari, tapi karena dari laporan korban sudah hilang dari 2 hari sebelum pencarian. Jadi kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan kepolisian bahwa oprasi SAR hari ke 5 itu dihentikan karena sudah tidak efektif lagi,” Ungkap Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto, Jumat (22/11/2023).

Baca Juga: Angka Kecelakaan 2023 di Kabgor Capai 361 Kasus, 20 Orang Meninggal

Heriyanto mengatakan bahwa oprasi dinilai tidak lagi efektif karena berdasarkan keterangan saksi, tidak ada yang mengetahui secara pasti bahwa korban berada di pegunungan tersebut. Dimana, korban sendiri diketahui telah berusia rentan dan dinyatakan pikun oleh pihak keluarga. Bahkan, tim SAR Gorontalo juga menerima informasi bahwa ada masyarakat yang sempat melihat korban di wilayah pemukiman.

“Kami dari Basarnas sudah menyisir semua area pegunungan disana, bahkan kami sudah memakai alat baru yakni drone termal. Namun tidak ada tanda-tanda korban itu ditemukan, dan pihak keluarga sudah sepakat untuk menghentikan oprasi SAR dengan membuat surat pernyataan diatas materi,” Jelas Heriyanto.

Reporter: Kris