Dulohupa.id – Puluhan mahasiswa mengepung ruangan Rektor, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Kamis (19/10/2023). Massa aksi lantas menutup ruang Rektor dengan menggunakan spanduk yang bertuliskan “Menolak Edaran Rektor dan Copot Rektor IAIN Gorontalo.
Aksi ini menuntut sikap lembaga yang dirasa lepas tangan dan saling lempar tanggungjawab atas kasus meninggalnya salah satu maba IAIN pada saat mengikuti pengkaderan.
Selain itu, massa aksi juga menuntut terkait adanya surat edaran Rektor yang memberhentikan aktivitas organisasi kemahasiswaan, namun dinilai diskriminasi atas adanya pengecualian terhadap beberapa organisasi. Massa aksi juga menuntut agar Rektor IAIN Gorontalo untuk bertanggungjawab atas kasus yang terjadi.
Sayangnya, massa aksi tak kunjung ditemui oleh Rektor IAIN maupun pejabat yang berwenang dan mempunyai kapasitas, namun hanya ditemui oleh Wakil Rektor Bidang Akademik yang tak mempunyai kapasitas dalam menjawab permasalahan tersebut. Bahkan Wakil Rektor Bidang Akademik hanya melontarkan jawaban bahwa hal tersebut hanya menjadi kewenangan Rektor dan Tim pencari fakta.
Tak puas dengan hal itu, massa aksi lantas berbondong-bondong menggruduk ruangan Rektor IAIN Gorontalo yang berada di Lantai 3 Gedung Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo. Setelah itu massa aksi kembali melanjutkan demonstrasi dengan menyampaikan apa yang menjadi tuntutan massa aksi.
Hingga saat ini, puluhan massa aksi yang berasal dari Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo masih bertahan dan mengepung ruang Rektor IAIN Gorontalo untuk mendapatkan jawaban atas tuntutan massa aksi.
Reporter: Kris











