Dulohupa.id – World Coconut Day (WCD) yang sukses dilaksanakan kurang lebih sepekan, di Kabupaten Gorontalo mendapatkan tanggapan dari berbagai masyarakat lokal.
Tanggapan pertama dari seorang pedagang pinggiran di kawasan Menara Limboto, Suwitno Nuna (48). Kata dia, kegiatan tersebut dapat membantu pendapatan pedagang mereka.
“Alhamdulillah membantu dan kalau boleh tiap minggunya dibikin acara seperti ini,” kata Suwitno Nuna.
Suwitno mengaku bersyukur. Sebab, pendapatannya yang tadinya dalam seminggu Rp 500 ribu, namun dengan adanya kegiatan dilaksanakan oleh Bupati Gorontalo bisa memberi peningkatan.
“Sebelumnya hanya dapat Rp 500 ribu, pas ada acara ini meningkat sampai Rp 1 juta,” tambahnya.
Begitu pula dengan Wahyuni Djau (32), pedagang yang berada di areal Rumah Dinas Bupati Gorontalo. Ia menyebut, kegiatan ini mampu mendongkrak pendapatan mereka.
“Banyak manfaatnya pak. Jadi ramai pengunjung. Pendapatan juga bertambah. Dari yang sehari hanya dapat Rp 100 ribu, dengan kegiatan itu bisa sampai Rp 300 ribu per hari,” terang Wahyuni Djau.

Namun dua tanggapan itu berbeda dengan Hasin Pakaya alias Gonjales (33), selaku tukang bentor yang ikut jalur di kawasan menara Limboto. Dirinya mengaku kegiatan itu biasa-biasa saja.
“Menurut li torang tidak gaga am. Tidak jaga dapa doi. Mo dapa itu cuman biasa seperti kemarin-kemarin,” kata Gonjales dengan polosnya.

Tetapi dirinya tetap meminta kepada Bupati Gorontalo untuk bisa melaksanakan kegiatan yang sifatnya mampu meramaikan.
“Tergantung pemerintah mo suka buat acara apa. Yang penting ada acara biar ramai,” ucap Gonjales Pakaya.
Reporter: Herman Abdullah











