Dulohupa.id – Pihak keluarga korban bocah laki-laki 9 tahun yang diduga menjadi korban penganiayaan hingga tewas, Geruduk Polsek Telaga, Kabupaten Gorontalo Minggu (14/5/2023) sore.
Mereka mendatangi Polsek Telaga untuk mengawal kasus dugaan penganiayaan terhadap M-R yang diduga dilakukan tantenya berinisial D-R dan suaminya. Peristiwa itu terjadi di Perumahan Padengo Permai 6 Blok A nomor 6, Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (13/5/2023) sore.
Dari pantauan Dulohupa di lokasi, terduga pelaku bersama suaminya masih dilakukan pemeriksaan di ruang penyidik Polsek Telaga. Sedangkan ayah korban juga sementara dilakukan pemeriksaan.
Zenab selaku keluarga korban mengatakan, pihaknya meminta mengusut tuntas kejadian tersebut. Sebelumnya pihak keluarga merasa janggal penyebab kematian korban yang mengalami luka di bagian wajah dan leher.
“Kami menduga Memes (korban) diinjak di leher sampai meninggal. Sesuai keterangan kakak korban kepada kami, ia diinjak dan memang sebelumnya sering dipukul. Bahkan kakaknya juga dipukul,” Ungkap Zenab.
Sebelumnya terduga pelaku mengarang cerita bahwa penyebab kematian korban dikarenakan adanya bulian dan pemukulan dari teman sekolahnya. Namun pihak keluarga merasa janggal dan melaporkannya ke polisi.
“Kata dia (terduga pelaku), sebelum Memes meninggal, Memes (korban) dibuli dan dipukul temannya di sekolah. Kami sudah curiga disitu, karena memang tidak laporan dari sekolah. sekolah hari Sabtu juga kan libur,” Ungkap Zenab.

Ia menceritakan korban Memes sudah diasuh sejak kecil oleh terduga pelaku dan suaminya. Sebab, orangtua kandung korban sudah berpisah. Ayah korban diketahui sudah tinggal di Kota Manado, Sulawesi Utara. Sementara ibu korban tidak diketahui keberadaannya.
“Jadi korban bersama 3 saudara kandungnya ini diasuh oleh tantenya. Menurut keterangan kakak korban mereka sering dipukul di dalam rumah. Bahkan kakaknya alami luka lebam dibagian belakang,” Ungkap Zenab.
Zenab juga menceritakan bahwa terduga pelaku sengaja menutupi kondisi korban saat pihak keluarga melihat jasad Memes.
“Masa torang (kami) mau lihat jasadnya tidak dikasih. Malah kami diusir bahkan diminta oleh pelaku jangan diviralkan. Karena merasa curiga, kami sekeluarga dan orangtuanya melaporkan kejadian ini,” Ujarnya.
Sementara Kapolsek Telaga, Iptu Dimas Wicaksono Wijaya mengatakan, setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan dua terduga pelaku yakni D-R dan suaminya.
“Kami sudah melakukan olah TKP, penyebab korban meninggal diduga penganiayaan. Korban mengalami luka lebam di bagian punggung, tanggan dan kepala juga” ucap Iptu Dimas.
Polsek Telaga belum memberikan keterangan resmi terkait motif penganiayaan karena kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polres Gorontalo.
Hingga Minggu sore, jasad korban masih berada di rumah sakit Aloei Saboe, Kota Gorontalo. Polisi masih menunggu persetujuan orangtua apakah korban dilakukan autopsi atau tidak.
Reporter: Enda











