Dulohupa.id – Komisi 3 DPRD Provinsi Gorontalo gelar rapat bersama Dinas Pariwisata (Dinpar) Provinsi Gorontalo membahas terkait program tahun 2022-2023. Pada rapat tersebut menyinggung potensi pembangunan pariwisata di Gorontalo secara total.
Potensi pariwisata di Provinsi Gorontalo secara menyeluruh diharapkan dapat menjadikan pariwisata di Gorontalo agar lebih berkelas.
“Kami mengusung tema yang disebut Rebranding pariwisata Gorontalo, dalam artian kita mengemas betul apa yang bisa menjadi ikon pariwisata Gorontalo,” jelas Aryanto Husain selaku Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo saat diwawancarai usai hadiri rapat di ruang rapat Komisi 3 Deprov, Senin (17/4/2023).
Pada rapat kerja itu, Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo juga membicarakan event dan destinasi yang bisa mencitrakan Provinsi Gorontalo.
“Saya tadi menguraikan tentang potensi underwater, yakni wisata menyelam atau diving, dan snorkeling, termasuk hiu paus, ini adalah destinasi unggulan yang berskala nasional bahkan internasional,” ungkap Aryanto.
Disamping menggarap destinasi unggulan itu, Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo juga mensupport destinasi yang ada di Kabupaten/Kota.
Lebih lanjut, Aryanto juga menjabarkan terkait strategi pariwisata untuk memperbanyak event dan destinasi. Strategi itu antara lain mendorong agar kabupaten/kota terus memicu lahirnya destinasi baru, baik mulai tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten. Nantinya jika berjalan secara rutin maka provinsi akan bisa mengintervensi menjadi sebuah destinasi tingkat provinsi. Seperti itu caranya, secara berposes. Hal yang sama juga berlaku untuk event.
“Tahun ini kami bersama komunitas akan bekerja sama menyelenggarakan 2 event yang sifatnya internasional. Yang pertama yaitu International Whale Shark atau hiu paus internasional, dan yang kedua yaitu International Maleo’s Day, yang bekerja sama dengan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone,” jelasnya.
Event hiu paus direncanakan akan digelar pada bulan Agustus. Sementara untuk event International Maleo’s Day akan diselenggarakan pada bulan September.
Aryanto juga menanggapi persoalan promosi di Dinas Pariwisata yang diduga kurang efektif. Menurutnya, terkait perluasan pasar yakni promosi kegiatan pariwisata, dibutuhkan dukungan anggaran serta membutuhkan orang-orang berkualitas.
“Alhamdulillah ini sudah mendapatkan bagian penguatan dari Komisi 3, jadi bagian promosi ini penting karena promosi merupakan pembuka jalan untuk bagaimana jendela dunia terbuka dan melihat Gorontalo ini,” pungkasnya.
Reporter: Zia












