Jakarta – Warga Plumpang, Jakarta Utara yang menjadi korban kebakaran Depo Pertamina menuntut agar pihak Pertamina ganti rugi dan tanggung jawab penuh.
Hal itu disampaikan dua perwakilan warga Plumpang Abdul Syukur dan Wahyudin. Warga menuntut empat hal kepada Pertamina.
Pertama Pertamina harus tanggung jawab entah itu santunan atau apa. Kedua, korban luka harus tanggug jawab penuh, misalnya pengobatan sampai rehabilitasnya,” kata Abdul Syukur, Sabtu (4/3/2023) kepada awak media.
Kemudian tuntutan ketiga, Pertamina diminta harus ganti rugi seperti ikut bantu renovasi terkait bangunan hancur.
Sementara yang ke empat agar Depo Pertamina Plumpang dipindahkan, tidak lagi berada di wilayah Plumpang karena tempatnya berbahaya.
Diketahui Depo Pertamina ini berada di tengah masyarakat yakni batasnya pertamina cuma tembok dengan permukiman warga.
Selain itu, warga mengaku hampir tiap malam ada bau menyengat dari Pertamina Plumpang itu.
“Untuk bau BBM tiap malam. Paling parah ya tadi malam itu, lalu ada ledakan kebakaran,” kata Wahyudin Ketua RW 09 soal keluhan warga.
Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta melaporkan korban meninggal dunia sementara tercatat 17 orang saat ini. Sementara puluhan orang luka-luka, serta ratusan korban kebakaran mengungsi. Korban kebakaran kebanyakan merupakan warga di dekat Depo Pertamina Plumpang.
Redaksi











