Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEPERISTIWAVideo

Perkosa Siswi, Oknum Driver Ojol di Gorontalo Terancam 15 Tahun Penjara

×

Perkosa Siswi, Oknum Driver Ojol di Gorontalo Terancam 15 Tahun Penjara

Sebarkan artikel ini
Driver Ojol Perkosa Siswi
WU, tersangka pemerkosaan terhadap seorang siswi saat diamankan di Mapolda Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Oknum driver Ojek Online (Ojol) di Gorontalo berinisial WU (35) terancam hukuman 15 tahun kurungan penjara usai memperkosa seorang siswi berusia 16 tahun.

Kaur Penmas Bidang Humas Polda Gorontalo, AKP Heny Mulai Rahayu menegaskan, WU dijerat Pasal 81 Ayat (1) UU RI No. 17 Tahun 2016, tentang penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016, tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak menjadi undang-undang Jo UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Dipidana paling lambat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara. Adapun barang bukti yang diamankan pakaian pramuka yang digunakan korban, serta pakaian milik pelaku. Sementara bukti lainya seperti handphone pelaku masih dicari karena tersangka mengaku sudah membuangnya,” ujar AKP Heny.

Pemerkosaan siswi
Pihak kepolisian saat menunjukan barang bukti berupa pakaian milik korban maupun tersangka pemerkosaan. Foto/Dulohupa

Ia menjelaskan, WU yang merupakan warga Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo itu sebelumnya melarikan diri dan bersembunyi di Minahasa Sulawesi Utara usai melecehkan korban pada bulan Desember 2022 lalu. Tersangka bahkan meninggalkan istri dan anaknya untuk menghindari kejaran polisi.

Simak berita: Perkosa Siswi, Oknum Driver Ojol di Gorontalo Terancam 15 Tahun Penjara

“Kemudian pelaku dinyatakan DPO sejak bulan Januari 2023. Akhirnya ditangkap di Sulawesi Utara,” Ucap AKP Heny.

Sebelumnya korban memesan ojek online melalui aplikasi dengan titik penjemputan di salah satu bengkel mobil di Telaga Biru dengan tujuan ke rumahnya di Kota Gorontalo sekitar pukul 19.30 Wita. Saat itu korban juga masih menggunakan seragam pramuka.

WU kemudian menjemputnya dan menuju Kota Gorontalo. Namun tersangka yang seharusnya berhenti malah melewati titik tujuan tersebut.

“Korban merasa takut dan mengikuti kemana pengemudi tersebut mengarah, kemudian WU menghentikan motor di lahan kosong jauh dari pemukiman warga tepatnya di Desa Ayula,” Jelas AKP Heny.

“WU selanjutnya memaksa dan menarik tangan korban untuk mengikuti perintah pelaku. setelah itu korban disetubuhi. Kemudian korban diantar pulang namun tidak sampai di titik tujuan dan meninggalkan korban di pinggir jalan,” tandasnya.

Kasus pemerkosaan itu kemudian dilaporkan orangtua korban ke Polda Gorontalo. Kini tersangka sudah di tahan dan menjalani pemeriksaan lanjutan.

Redaksi