Dulohupa.id – Penurunan stunting di Kota Gorontalo terbilang cukup Signifikan, yaitu mencapai 7,4% pada tahun 2022 dengan berbagai langkah strategis yang diambil oleh pemerintah Kota Gorontalo.
Masalah stunting merupakan satu hal yang sangat penting untuk dilakukan penanganan secara terpadu lintas sektor. Hal ini sesuai dengan strategi nasional penanggulangan stunting yang direncanakan oleh Presiden RI, bahwa pada tahun 2024 stunting untuk seluruh Indonesia harus mencapai 14%.
Sementara hingga saat ini, Kota Gorontalo berada pada angka 19,1% dan selanjutnya akan dilakukan upaya untuk lebih menekan angka stunting untuk mencapai target nasional bahkan lebih dari apa yang di rencanakan.
Walikota Gorontalo, Marten Taha mengungkapkan bahwa upaya-upaya yang dilakukan dalam penanganan stunting harus diawali dengan kebijakan yang disertai dengan regulasi berupa peraturan Walikota maupun surat keputusan Walikota sampai dengan pada tingkat bawah. Kebijakan-kebijakan tersebut dilakukan dengan program lintas sektor.
“Salah satu yang kita lakukan adalah dengan inovasi Tancap Nikah yang artinya Tanda aman calon pengantin. Yang maksudnya adalah pengantin harus aman dulu dari indikasi penyakit baru nikah. Inovasi ini memperoleh penghargaan nasional yaitu masuk 9 besar,” Ujar Walikota Gorontalo, Marten Taha, Kamis (02/02/2023).
Menurutnya, jika penanganan bayi atau kesehatan manusia itu selalu dimulai sejak dari ibu hamil. Namun berbeda halnya dengan langkah strategis yang diambil oleh pemerintah Kota Gorontalo, yaitu dengan menangani masalah itu sebelum manusia itu terbentuk, dalam artian sebelum hamil atau sebelum terbentuknya janin.
“Kita harus melakukan pencegahan jauh lebih dulu sebelum menikah, sehingga ini kita namakan Tancap Nikah, Tancap dulu baru nikah. Hal ini untuk mencegah calon pengantin yang belum siap atau masih terdeksi penyakit untuk menikah, agar menghindari kelahiran yang berpotensi stunting atau mengalami kelainan. Maka oleh karenanya, diperlukan penanganan terlebih dulu terhadap para calon pengantin yang belum aman,” Tegasnya.
Dalam menjalankan program tersebut, pemerintah Kota Gorontalo bekerjasama dengan Kementerian Agama dan pihak Gereja. Program ini sejatinya bertujuan untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi serta menurunkan angka stunting, sehingga terlaksananya standar pelayanan kesehatan yang baik dan akan menciptakan anak-anak yang sehat jasmani dan rohani.
Reporter: Kris











