Dulohupa.id – Dalam penyelenggaraan tata pemerintahan, pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat, Walikota Gorontalo Marten Taha mengungkapkan pemerintah harus inklusif dan tidak boleh ada diskriminatif. Ini disampaikan langsung oleh Walikota saat menerima kunjungan Komisi Nasional (Komnas) Penyandang Disabilitas Republik Indonesia, Selasa (29/6).
“Harus ada afiliasi terhadap orang-orang yang memiliki kekurangan, itu prinsip saya dalam membangun kota ini” terang Marten.
Dari total 202 ribu penduduk Kota Gorontalo, kata Marten terdapat kurang lebih 1000 orang penyandang disabilitas yang ada di Kota Gorontalo. Dan penangananya Marten mengungkap pemerintah telah melakukan berbagai program serta tindakan sehingga para penyandang disabilitas ini bisa memperoleh hak mereka.
“Kami memfasilitasi pelatihan bagi disabilitas melalui kerja sama dengan balai Kementerian Sosial RI. Kami juga memberikan jaminan kesehatan gratis terhadap penyandang disabilitas kurang mampu. Dan itu sudah kita jalankan” lanjut Marten.
Marten Taha juga menjelaskan rasa kekecewaan dirinya terhadap oknum-oknum yang hingga hari ini masih memanfaatkan kekurangan para penyandang disabilitas sebagai bahan untuk mencari keuntungan.
“Banyak juga penyandang disabilitas dimanfaatkan orang-orang tertentu untuk kegiatan eksploitasi dijalanan” kata dia
“Ini juga kita lakukan penjangkauan penanganannya agar mereka itu tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok” tutur Marten.
Pemerintah Kota Gorontalo rencananya akan mengajukan penyusunan draft agar nantinya bisa dijadikan perda terkait penyandang disabilitas.
“Mudah-mudahan dengan adanya kunjungan ini, bisa membantu cepat diterbitkannya perda disabilitas” tandasnya. (Adv)
Reporter: Sumitro Igirisa











