Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Antisipasi Jelang Nataru, Satgas Covid-19 Pohuwato Akan Perketat Lokasi Keramaian

×

Antisipasi Jelang Nataru, Satgas Covid-19 Pohuwato Akan Perketat Lokasi Keramaian

Sebarkan artikel ini
Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, saat mengawal pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat Pohuwato. Foto/humas pemkab Pohuwato.

Dulohupa.id- Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato akan menjaga ketat setiap perbatasan dan lokasi keramaian untuk mengantisipasi kerumunan jelang natal dan tahun baru (Nataru). 

Satgas Covid-19 Kabupaten Pohuwato, akan melakukan pengetatan serta patroli terhadap lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Hal itu akan dimulai tanggal 24 Desember hingga 2 Januari 2022 mendatang.

“Jadi di antaranya tempat ibadah, gereja pelaksanaan natal, kemudian tempat-tempat perbelanjaan, kemudian tempat-tempat wisata lepas, di perketat pengawasan Prokes,” kata Sekretaris Satgas Covid-19, Ramon Abdjul, saat dihubungi via telepon, Selasa (14/12/2021). 

 Selain itu juga, pengetatan akan dilakukan di pintu masuk perbatasan Sulawesi Tengah-Provinsi Gorontalo dan pelabuhan yang ada Kecamatan Paguat.

 “Jadi ada (Posko) Check Point di situ, jadi yang dilarang untuk melakukan perjalanan atau mudik akan dicek, seperti ASN, TNI/Polri. Jadi akan dilihat, jika kedapatan (melakukan perjalanan) mereka akan ditahan, dan yang lain juga akan diperiksa kartu vaksin, dengan memperlihatkan hasil swab negatif,” terangnya.

 Ramon menerangkan, pihaknya akan melakukan pengetatan ekstra keras saat perayaan Nataru nanti. Meskipun, ada penyampaian Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, pada konferensi kemarin mengenai pembatalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) Level 3 pada periode Natal dan Tahun Baru di seluruh Indonesia. Tapi pihaknya akan tetap melakukan antisipasi saat perayaan Nataru nanti. 

“meskipun PPKM level 3 tidak diberlakukan di seluruh Indonesia, kami akan melakukan antisipasi. Untuk itu, masyarakat Pohuwato diharap di rumah saja, jangan berkerumun karena dapat menimbulkan potensi penyebaran virus lagi,” Ungkapnya. 

 Ia juga berharap, masyarakat bisa bekerjasama dalam menjaga stabilitas daerah melalui penerapan protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari. Penerapan protkes ini sebagai upaya kolektif memutus penyebaran virus di kalangan masyarakat.

Reporter: Zulkifli Mangkau