Scroll Untuk Lanjut Membaca
INFO COVID-19

Kala Mahasiswa Melawan Ketakutannya demi Kuliah Tatap Muka

×

Kala Mahasiswa Melawan Ketakutannya demi Kuliah Tatap Muka

Sebarkan artikel ini
Dua orang mahasiswa UNG saat melakukan vaksin Covid-19 di Desa Sipayo/Hendrik Gani
Dua orang mahasiswa UNG saat melakukan vaksin Covid-19 di Desa Sipayo/Hendrik Gani

Dulohupa.id- Jantungnya berdegup kencang saat namanya dipanggil. Langkahnya sedikit tertahan, sedangkan hatinya cemas. Siang itu di Kantor Desa Sipayo, wanita  20-an tahun itu melawan rasa takutnya terhadap jarum suntik. 

Ia adalah Hawa’i Ahmad, mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang sudah lama mendambakan kuliah tatap muka di kampus. Demi keinginan itupun, ia harus berani menyodorkan lengannya ke petugas vaksinasi Covid-19. 

Vaksinasi Covid-19 memang sejak beberapa bulan ini digenjot capaian angkanya oleh pemerintah Gorontalo. Seluruh masyarakat didorong untuk melakukan vaksinasi, bahkan dengan harus mengeluarkan regulasi untuk menjadikan kartu vaksin sebagai prasyarat administrasi. 

Tidak heran, kampus UNG pun ikut mengadopsi kebijakan untuk mahasiswanya mengikuti vaksinasi jika ingin kuliah tatap muka di kampus. 

Agenda vaksinasi massal yang diikuti oleh Hawa’i itu sendiri adalah program kerja sama Koramil 1312-01 Paguat dengan Pemerintah Desa Sipayo. 

Karena itu, tidak hanya Hawa’i, mahasiswa lainnya juga ikut menjalani vaksinasi, yakni Sahriyanto Maku. Dengan alasan yang sama, Sahriyanto dengan sedikit tersenyum mengungkapkan, “ini menjadi salah satu persyaratan untuk supaya bisa mengikuti kuliah tatap muka di UNG,” ungkap dia. 

Diakuinya, bahwa memang menjalani vaksinasi harus menyiapkan keberanian ekstra. Sebab, selain ia takut jarum suntik, juga takut jika nantinya ia mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang parah. 

“Awalnya saya sangat takut, tapi setelah disuntik (vaksin Covid-19) alhamdulillah tidak ada rasa apa-apa, ini juga kan demi mencegah virus Covid-19,” Sahriyanto.

Ia pun mengaku senang setelah mengikuti vaksinasi, ia sama sekali tidak mengalami gejala apapun seperti yang ia takutkan.

“Karena ingin kuliah tatap muka jadi kami melawan rasa takut itu, Alhamdulillah tidak ada gejala, dan tidak seperti apa yang beredar di media sosial, ternyata melakukan vaksin itu aman,” tutup keduanya.

Reporter: Hendrik Gani