Scroll Untuk Lanjut Membaca
Food & TravelHIBURAN

Menilik Awal Mula Wisata Puncak Meranti, Bone Bolango

×

Menilik Awal Mula Wisata Puncak Meranti, Bone Bolango

Sebarkan artikel ini
Wisata Puncak Meranti/credit FOTO: Merlin Hemeto

Dulohupa.id- Wisata Puncak Meranti memiliki jarak tempuh yang tidak terlalu jauh. Sebab, ia hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Kabupaten Bone Bolango dan mudah diakses kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dari penelusuran dulohupa.id, Wisata Puncak Meranti ini dulunya sebelum menjadi objek wisata seperti sekarang ini, hanya sebuah puncak yang terdapat satu buah kolam ikan milik warga sekitar. Namun, seiring berjalannya waktu, pemilik kolam ikan itu membuat kolam pemandian kecil yang rencananya hanya untuk keluarga mereka.

“Warga di sini sebelumnya hanya membuat kolam pemandian kecil untuk keluarga mereka saja untuk tempat bersantai setiap Minggu, tetapi ternyata banyak yang tertarik dengan kolam ini, karena sudah banyak pengunjung setiap Minggu maka mereka putuskan merenovasi semuanya menjadi wisata Meranti hingga sampai hari ini,” tutur Yanto salah satu pengelola pemandian Miranti.

Wisata Puncak Meranti/credit FOTO: Merlin Hemeto

tempat wisata ini diberi nama Meranti karena lokasinya berada di ujung puncak Desa Meranti. Pengelola menyamakan nama objek wisata ini dengan nama desa yang berada di Kecamatan Tapa, Bone Bolango tersebut.

Setiap pengunjung yang datang ke pemandian Miranti langsung disuguhkan dengan keindahan alam terbuka yang masih asri dan indah. Pengunjung disambut kicauan berbagai macam jenis burung. Air yang jernih pun menjadi salah satu daya tarik pengunjung untuk segera merasakan segarnya air kolam pemandian Meranti.

Menurut Ain Saman (23) hanya perlu merogoh kocek seharga 10 ribu rupiah per orang, pengunjung sudah bisa menikmati seluruh fasilitas wisata Meranti. Fasilitas itu di antaranya tiga kolam pemandian, yaitu kolam untuk laki-laki, kolam untuk perempuan dan anak-anak.

” Kami sangat senang ketika menghabiskan hari libur dengan datang ke tempat ini, karena selain tempat ini masih alami, juga biayanya pun ekonomi cocok untuk siapapun,” ujar Ain Saman salah satu pengunjung .

Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas Gorontalo yang berada di sekitar wisata Meranti. Mulai dari makanan olahan pisang, Ilabulo hingga milu siram atau bahasa daerah Gorontalo disebut Binte Biluhuta yang bahan dasarnya jagung. Penganan ini sendiri sangat cocok disantap setelah mandi. Apalagi, harganya sangat terjangkau.

Hadirnya objek Wisata Puncak Meranti, setidaknya juga mulai menggairahkan sektor ekonomi masyarakat sekitar. “Ini dibuktikan dengan hadirnya berbagai tempat jajanan yang menawarkan aneka camilan tradisional Gorontalo, yang oleh pengelola dipersilahkan membuka usaha di kawasan objek wisata,” Ayuni penjual makanan di tempat tersebut. 

Reporter: Nur Fadillah