Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialPEMKAB POHUWATO

Membanggakan, Siswa Pohuwato Jadi Peserta Paskibraka Nasional

×

Membanggakan, Siswa Pohuwato Jadi Peserta Paskibraka Nasional

Sebarkan artikel ini
Shevia Puspita Sari (tengah), utusan Paskibraka Nasional.

Dulohupa.id- Setelah 18 tahun menjadi sebuah kabupaten, Kabupaten Pohuwato akhirnya bisa mengutus salah satu siswanya menjadi calon Paskibraka Nasional, mewakili Provinsi Gorontalo. Ia adalah Shevia Puspita Sari, Siswa SMA 1 Randangan. 

Sebagai orang nomor satu di kabupaten tersebut, Saipul Mbuinga mengaku bangga atas prestasi tersebut. Wanita asal Desa Mekarti Jaya, Kecamatan Taluditi itu, telah membawa nama baik Gorontalo, khususnya Pohuwato ke tingkat Nasional. 

“Alhamdulillah Pohuwato terpilih. Ini adalah berkat dari 18 tahun Pohuwato sejak 2003 terbentuk. Ini juga sebagai bentuk persembahan bagi pemerintahan kami”,ungkap Bupati Pohuwato, Saipul A Mbuinga. 

Ia pun meminta orang tua Shevia mengiklaskan anak tersebut untuk berjuang mengharumkan nama Pohuwato di tingkat Nasional. Anak seorang petani yang merupakan warga transmigrasi ini diminta menyiapkan diri dalam arti menjaga kesehatan, meski pelaksanaan paskibraka masih kurang lebih empat bulan lagi.

“Keberhasilan ini menjadi dorongan bagi adik-adik siswa untuk kedepannya bagaimana ada lagi yang bisa tampil di tingkat nasional,” ungkap Syarif. 

Sementara itu, saat ditemui, Shevia Puspita Sari (16) mengaku bangga atas terpilihnya menjadi capas nasional. “Ia, saya tidak menyangka bisa terpilih, karena banyak utusan dari seluruh kabupaten dan kota”,ungkap siswi kelahiran 2004 itu.

Sedangkan Sucipto (34), Ayah Sevia Puspita pun mengaku bangga pula atas terpilihnya anak pertama dari dua bersaudara. “Ia, saya sebagai orang tua tentu sangat bangga dan senang sekali karena belum tentu (orang) seperti kami begini yang merupakan orang desa, sekaligus anak petani sampai terpilih di tingkat nasional. Makanya saya bersama istri, Nuning Nurindah Sari, (33) merasa bangga dan berterima kasih, dan mudah-mudahan anak (kami) ini berguna bagi bangsa dan negara,” ucap pria transmigrasi 1992 yang sudah menetap di Mekarti Jaya, Taluditi.**