Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
LINGKUNGAN

Cegah Perubahan Iklim, Japesda Gorontalo Minta Pemerintah Hentikan Penebangan Mangrove

×

Cegah Perubahan Iklim, Japesda Gorontalo Minta Pemerintah Hentikan Penebangan Mangrove

Sebarkan artikel ini
Partisipasi perempuan Torosiaje, Pohuwato dalam melakukan rehabilitasi hutan mangrove/FOTO: Wawan Akuba

Dulohupa.id-Jaring Pengelola Sumber Daya Alam (Japesda) Gorontalo meminta pemerintah untuk memperhatikan isu perubahan iklim, dengan mencegah penebangan mangrove. Direktur Japesda Gorontalo, Nurain Lapolo menjelaskan, bahwa pembabatan hutan mangrove yang dilakukan secara masif, akan mempercepat pemanasan global. Karena fungsi dari hutan mangrove yang dapat menyerap karbondioksida (CO2), hilang. Apalagi hutan mangrove dua kali lebih cepat menyerap CO2.

“Fungsi mangrove sendiri dua kali lebih tinggi menyerap karbon. Jadi intinya, jika mangrove sering dibabat, maka tidak akan ada lagi yang mampu menyerap CO2, dan berdampak pada perubahan iklim atau pemanasan global yang semakin mengintai,” tegas Nurain.

Selain itu juga, dampak dari hilangnya hutan mangrove katanya, menyebabkan terjadi kenaikan air laut, dan kenaikan temperatur suhu. Buntutnya, akan berdampak pada masyarakat pesisir yang bekerja sebagai nelayan. Misal tangkapan ikan berkurang.

“Utamanya di kawasan pesisir itu harus ada mangrove, jika mangrove terus ada, maka ekosistem juga akan membaik. Nelayan tidak perlu jauh-jauh untuk menangkap ikan,” ungkap Nurain.

Makanya Nurain menegaskan, harus ada peran besar pemerintah daerah dalam memberi perhatian serius terhadap isu perubahan iklim ini, juga terhadap keberadaan hutan-hutan mangrove yang ada di daerah.

“Kalau di laut dampaknya tidak ada mangrove, maka tidak ada penangkal karbon atau CO2. Mangrove punya peran penting dalam menjaga ekosistem dan menahan lajunya perubahan iklim. Lalu jika mangrove dibabat, apa yang akan menyerap karbon atau CO2 nantinya,” imbuhnya dalam wawancara.

Nurain pun meminta pemerintah memprioritaskan isu perubahan iklim. Pembahasannya jangan hanya berakhir di dokumen perencanaan.

“Isu perubahan iklim belum menjadi prioritas di beberapa daerah di Gorontalo. Kalaupun ada, hanya sebatas dokumen saja, sedangkan implementasinya di lapangan tidak ada. Aksinya masih kurang,” ujar Nurain.

Ia meminta pemerintah mulai menyeriusi isu perubahan iklim, apalagi bagi pemerintah daerah itu sendiri. Karena jika penanganan dan implementasi terhadap isu ini kurang, maka dampaknya akan semakin terasa.

“Penting sekali isu perubahan iklim ini untuk menjadi perhatian kita semua, dan dampaknya mulai kita rasakan ketika masih sering terjadinya pembabatan hutan mangrove di sejumlah daerah di Gorontalo,” katanya.

Reporter: Zulkilfi Mangkau