Dulohupa.id- Calon Bupati Gorontalo nomor urut 3, Chamdy Mayang menanggapi hasil perhitungan cepat (quick count) perolehan suara yang dilakukan oleh sejumlah lembaga. Menurutnya, meski hanya perhitungan cepat, namun pasti angka tersebut tidak akan jauh berbeda dengan perhitungan resmi versi Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
“Saat ini sudah ada hasil perolehan suara Pilkada secara real count oleh tim kami. Kemungkinan hasilnya tidak jauh berbeda dengan hitungan KPU, memang sudah begitu pasti ada yang menang dan ada yang kalah,” ungkap Chamdi saat menggelar konferensi pers di Sekretariat Demokrat yang bertempat, Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (10/12) sore.
Walau dalam perhelatan tersebut ia berada di posisi paling buncit, namun ia tetap berterima kasih kepada para masyarakat yang memilihnya. Sebab, berapapun jumlah suara yang ia peroleh, itu sudah sangat berharga.
“Berapa pun suara yang kita dapatkan dari pilkada ini, kita harus menghargai kepercayaan masyarakat yang telah memilih paslon No Urut 3 dan itu bagi kami adalah suara emas,” ujarnya.
Siapapun yang nantinya akan menjadi pemenang resmi versi KPU, maka ia merupakan pemimpin pilihan rakyat, dan lahir dari proses demokrasi yang baik di Kabupaten Gorontalo.
“Siapapun yang menang kami ucapkan selamat. Dengan harapan dapat membawa perubahan di Kabupaten Gorontalo. Pasti dalam pertarungan ini tidak ada gesekan antar paslon. Karena semua bertujuan membangun Kabupaten Gorontalo lebih baik,” tutup Chamdi
Hal senada Chamdy, Tomy Ishak yang merupakan pasangannya mengungkapkan, “Pertarungan sudah usai, ada yang menang dan ada yang kalah. Takbir belum berpihak pada paslon nomor urut 3, untuk suara masyarakat yang mendukung kami. Kami sangat berterima kasih dan mudah – mudahan ke depanya kita saling silaturahmi.” pungkasnya.
*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Reporter: Fandiyanto Pou











