Scroll Untuk Lanjut Membaca
KABAR DESA

Masih ada 199 Desa Tertinggal di Gorontalo, Ini yang Harus Diintervensi

×

Masih ada 199 Desa Tertinggal di Gorontalo, Ini yang Harus Diintervensi

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, PMD Administrasi Dukcapil Provinsi Gorontalo, Debby I.M. Habibie, Jumat (4/12)/Dulohupa-Fandiyanto Pou

DULOHUPA.ID- Provinsi Gorontalo memiliki 657 desa. Dari jumlah tersebut, masih ada 199 desa berkategori tertinggal. Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, PMD Administrasi Dukcapil Provinsi Gorontalo, Debby I.M. Habibie, Jumat (4/12) mengungkapkan, untuk keluar dari kategori tersebut, pemerintah setempat mesti melakukan sejumlah upaya dan intervensi.

Ada setidaknya tiga indikator indeks yang mesti diintervensi kata Debby, yaitu indikator ketahanan sosial, “Sosial itu bisa menggambarkan kondisi rumah dari masing-masing masyarakat, kemudian bisa melihat status sosialnya dari ekonominya, dan terakhir bisa melihat status sosialnya dari infrastruktur. Dari tiga indikator ini yang bisa menggambarkan dia sangat tertinggal dan sehingga tiga indikator itulah yang harusnya di kembangkan,” ungkap Debby.

Apalagi kata Debby, dengan adanya pendemi COVID-19 di tahun 2020 ini, terjadi perubahan di antara aturan yaitu UUD nomor 6. Khususnya di Kementerian desa itu memproteksi hanya 3 prioritas yang perlu kita alokasikan untuk dana desa, terutama itu Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Jadi dana Desa untuk tahun 2020, semua desa untuk memprioritaskan mengalokasikan BLT. Setelah itu teranggarkan, baru kita masuk ke kegiatan yang ke dua yaitu kegiatan padat karya tunai desa (PKTD) tetapi itu secara sarana prasarana,” katanya lagi.

Meski begitu kata Debby, selain desa tertinggal tersebut, masih ada satu desa dengan kategori paling rendah, yaitu sangat tertinggal. Katanya, desa tersebut berada di Kabupaten Boalemo.

Reporter: Fandiyanto Pou