Dulohupa.Id – Siapa tak kenal Raja ilato, atau lebih dikenal dengan nama Jupanggola. Konon raja yang selalu hadir saat warga Gorontalo kesulitan itu, mendapat tempat tersendiri di hari warga Gorontalo. Tak heran, hingga kini peziarah ramai mendatangi makam Jupanggola. Namun, kesohoran itu tak berbanding lurus dengan kondisi makam Jupanggola saat ini. Kondisinya rusak, Jauh dari layak bagi makam seorang raja yang juga bergelar Aulia itu.

Terletak di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Makam Jupanggola berada sedikit diatas ketinggian. Peziarah yang ingin berkunjung, harus menaiki sejumlah anak tangga sebelum tiba di kompleks makam, yang bernuansa putih itu.
Saat tim Dulohupa.id mendatangi lokasi makam, kondisi kompleks makam terlihat sepi. Hanya ada seorang ibu paruh baya yang tengah menyapu kompleks makam. Rohana Ismail namanya, ia adalah penjaga makam Jupanggola.
Melihat kedatangan kami, ibu paruh baya itu langsung melempar senyum sembari mempersilahkan kami untuk masuk. Ia mengira kami adalah peziarah yang biasanya datang berkunjung ke makam itu.
Setelah kami jelaskan maksud tujuan kami untuk meliput kondisi makam, Ibu Rohana langsung mengajak kami berkeliling untuk menunjukkan langsung kondisi kompleks makam yang kondisinya memprihatinkan.
Rohana: Kalau Hujan, Pasti Bocor
Perkataan Rohana memang benar, kondisi kompleks makam memang terlihat rusak. Hampir sebagian besar plafon bangunan makam terlihat rusak berat. Bekas kuning tetesan air hujan juga masih terlihat jelas. Tak heran jika saat hujan turun, air hujan akan menggenangi kompleks hingga ke dalam makam itu sendiri.
Tak hanya itu, kondisi sejumlah kayu penopang atap juga mulai terlihat lapuk di makan rayap. Bahkan ada beberapa yang mulai terlepas. Begitupun dengan kondisi dinding makam, catnya mulai banyak yang terkelupas, jauh dari kata layak untuk makam seorang tokoh agama terhormat di tanah Gorontalo itu.
“Banyak yang harus di perbaiki ini terutama atap makam, Plafon makam, Hingga pengecetan dinding makam. Karena setiap musim hujan, air sudah masuk di dalam makam” ujar Rohana.
Sejak 2008, Tidak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah
Menurut Rohana, Warga sekitar makam tidak tinggal diam melihat kondisi makam. Warga sempat patungan untuk melakukan perbaikan. Namun keterbatasan dana yang warga miliki membuat pekerjaan harus terhenti.
Perhatian pemerintah sendiri hingga kini menurut Rohana, Sangat minim. Sejak awal berdiri, Perbaikan Makam Jupanggola hanya sekali dilakukan oleh pemerintah. Yakni saat Fadel Muhammad masih menjabat sebagai Gubernur Gorontalo.
“Saya menjaga makam ini sudah puluhan tahun hingga sekarang. Makam ini hanya satu kali diperbaiki di zamannya gubernur Fadel Mohamad, setelah itu hingga saat ini makam tersebut tidak diperhatikan lagi oleh pemerintah.” Ujar Rohana dengan wajah sedih.
Padahal menurut Rohana, kunjungan ke makam Jupanggola terbilang sangat ramai. Terlebih saat Ramadhan, warga bahkan sejumlah pejabat di Gorontalo sempat terlihat berziarah ke makam Jupanggola .
Sehingganya, Rohana berharap, kondisi makam Jupanggola bisa mendapat sedikit perhatian dari pemerintah, baik yang ada di tingkat Provinsi, atapun Kota.
“Tolong sampaikan kepada pemerintah, Saya hanya butuh renovasi makam ini, saya tak butuh bantuan apapun untuk diri saya. Masa jalan bisa diperbaiki sedangkan makam Aulia Raja Ilato Jupanggola tidak bisa direnovasi kembali” Ujar Rohana saat kami berpamitan untuk pulang.
Reporter : Yusuf Konoli











