Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALOPERISTIWA

3 Pegawai Al-Azhar Diberi Pesangon 300 Ribu, FSPMI: Ini Keterlaluan!

475
×

3 Pegawai Al-Azhar Diberi Pesangon 300 Ribu, FSPMI: Ini Keterlaluan!

Sebarkan artikel ini
FSPMI Gorontalo saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Yayasan Al-Azhar Gorontalo. (F. Istimewa)

Dulohupa.id- Mengabdikan diri selama bertahun-tahun di sebuah Lembaga Pendidikan ternyata tidak menjamin kesejahteraan seseorang. Hal ini seperti yang dialami oleh tiga mantan pegawai Yayasan Al-Azhar, Kota Gorontalo. Yayasan yang mengelola sekolah swasta di Kota Gorontalo itu, Kabarnya memberikan pesangon yang tidak wajar bagi tiga mantan pegawainya.

Sembilan tahun bekerja. Zuhrotul Laili, Lailani Wahab dan Nikma Ntobuo mendadak mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak dari Yayasan. Lebih mirisnya lagi, Ketiganya hanya mendapat pesangon sebesar Rp 300.000 – 500.000 perorangnya. Sontak hal ini mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Salah satunya dari FSPMI (Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia) Gorontalo. FSPMI menilai, PHK Secara sepihak dan pemberian pesangon yang tidak sesuai ketentuan, sangat merugikan pekerja serta telah melanggar undang-undang ketenagakerjaan.

Anggota Tim LBH FSPMI Gorontalo, Andrika Hasan menegaskan, Setiap pekerja wajib mendapatkan haknya usai di PHK oleh sebuah perusahaan, Termasuk dalam hal ini Yayasan atau Lembaga pendidikan yang bersifat swasta.

“Surat PHK itu per 1 November 2023. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan hak-hak yang seharusnya mereka dapat. Masa kerja mereka ini sudah 8-9 tahun di yayasan tersebut. Kami akan catatkan nama mereka ke dinas Tenaga Kerja Kota Gorontalo sebagai perselisihan PHK. Mereka hanya menerima 300-500 ribu dengan masa kerja yang sudah 8-9 tahun. Apa ini masuk akal? Jelas ini sangat tidak masuk akal,” Tegas Andrika Hasan.