Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINEPERISTIWA

Ketua Yayasan Al-Azhar Gorontalo Terancam Dipolisikan

998
×

Ketua Yayasan Al-Azhar Gorontalo Terancam Dipolisikan

Sebarkan artikel ini
Ketua Yayasan Al-Azhar
LBH FSPMI Gorontalo bersama kepala sekolah SD yang di PHK serta guru-guru yayasan Al-Azhar Kota Gorontalo yang mengundurkan diri. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.id – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Gorontalo ancam polisikan ketua Yayasan Winarni Rahmat Ririn Al-Azhar 43 Kota Gorontalo.

Hal ini menyusul tuduhan penggelapan yang kerap disampaikan sebagai alasan pemberian sanksi PHK kepada sejumlah tenaga didik di Al-Azhar Gorontalo.

Direktur LBH FSPMI Meyske Abdullah menegaskan pihaknya akan mengambil langkah hukum atas sejumlah pernyataan Ketua Yayasan Winarni Rahmat Ririn Al-Azhar 43 Kota Gorontalo tentang penggelapan dana bos. Karena menurut pengakuan seluruh guru yang sebelumnya mengkuasakan persoalan ini kepada LBH FSPMI. Pernyataan itu tidak benar dan menyesatkan.

Meyske menegaskan, Penggunaan dana BOS sudah sesuai dengan Juknis (Petunjuk teknis) yang ada. Tak hanya itu, Pihak sekolah juga rutin melaporkan penggunaan dana bos setiap bulan ke Dinas Pendidikan Kota Gorontalo.

“Ketua yayasan ini di mana-mana selalu ngomong penggelapan. Bahkan ketika mediasi saya sudah tekankan agar dia jangan sembarangan mengatakan soal penggelapan, karena kami tentu saja bisa menuntut balik. Logikanya ketika memang ada penggelapan, dana BOS itu tidak akan keluar pada bulan selanjutnya. Bahkan dana BOS ini penggunannya juga untuk membantu yayasan sepeti ATK dan lainnya. Ini yang kami sesalkan terhadap ketua yayasan saat ini,” Tegas Meyske Abdullah.

Meyske juga mengatakan, Langkah hukum terkait tuduhan penggelapan itu bukan hanya gertakan. Pihaknya akan mengambil jalan itu jika perlu dilakukan. Namun menurut Meyske, Pihaknya sejauh ini masih fokus untuk mencari jalan keluar agar aktivitas pendidikan di sekolah milik Yayasan Winarni Rahmat Ririn Al-Azhar 43 Kota Gorontalo itu segera berjalan kembali.