Dulohupa.id – Bagi warga yang ingin memanjakan mata atau ingin membeli jenis tanaman produktif yang disukai, anda bisa mendatangi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Patriot Pertanian Nasional (PPN) Gorontalo yang terletak di Desa Luhu, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.
SMK PPN Gorontalo menyuguhkan lebih dari 300 koleksi varietas bibit maupun tanaman meliputi tanaman hias, tanaman buah, tanaman obat/rempah, serta tanaman adat khas Gorontalo yang memiliki nilai budaya tinggi.
Seperti diketahui, SMK PPN Gorontalo yang sejak berdiri pada awal tahun 2021, kini menjadi contoh sekolah vokasi pertanian yang inovatif, berdaya saing, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Melalui perpaduan antara pendidikan, teknologi, dan pelestarian lingkungan, sekolah ini terus berkomitmen mencetak generasi muda pertanian yang kreatif, adaptif, dan peduli terhadap keberlanjutan sumber daya alam Gorontalo.Tentu saja inovasi ini sekaligus menjadi lokasi wisata edukasi unggulan di Provinsi Gorontalo.
Selain menjadi wisata edukasi, sekolah ini dijadikan Vokasi Farm sebagai tempat penelitian mahasiswa, lokasi magang bagi guru dari sekolah lain, tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa, serta pusat kegiatan belajar masyarakat.
Kepala SMK PPN Gorontalo, Jamaludin Hamid, S.Pt, M.Si menjelaskan, semua koleksi tanaman ini merupakan hasil inovasi siswa maupun guru sekolah.
Sistem pembelajaran di SMK PPN Gorontalo berbasis projek dan teknologi informasi, dimana siswa tidak hanya mempelajari teori dan praktik, tetapi juga terampil dalam membuat video pengenalan tanaman yang dikonversi ke dalam QR Code untuk memudahkan pengunjung mengakses informasi secara digital.
“Jadi kita disini sudah punya Teaching Factory, tempat pembelajaran siswa berbasis industri. Kami sudah melayani kebutuhan tanaman di masyarakat, di desa, maupun di sekolah-sekolah. Kita melayani pembelian tanaman disini dan sudah memakai kris sehingga memudahkan bagi pembeli,” kata Jamaludin saat diwawancarai awak media, Senin (13/10/2025).
Jamaludin menuturkan, koleksi tanaman obat di sekolah ini telah menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai lokasi pembelajaran pengenalan tanaman obat bagi mahasiswa kedokteran.
Sementara itu, koleksi tanaman adat menjadi daya tarik tersendiri dengan kedatangan tim pemangku adat se-Provinsi Gorontalo yang memberikan apresiasi atas upaya pelestarian tanaman adat oleh sekolah ini.
Menariknya, tanaman produktif ini bahkan ada yang disambung atau dicangkok, sehingga 1 pohon memiliki beberapa jenis varietas.
“Jadi kenapa kita mudah kita praktek penyambungan, karena kita punya banyak koleksi, ada yang kita koleksi sampai 11 Varitas. Nah, semua macam-macam varietas tanaman itu semua boleh disambung. Seperti mangga dengan mangga, bunga puring atau polohungo, bisa kita sambung. Begitu juga dengan Bougenvilee, semua bole di Grafting,” ungkap Jamalaudin.
Prestasi dan inovasi yang dihasilkan SMK PPN Gorontalo juga mendapat pengakuan dari berbagai pihak, baik di tingkat daerah maupun nasional. Pemerintah memberikan dukungan nyata melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp3 miliar pada tahun 2023 untuk pembangunan gedung, ruang kelas baru (RKB), laboratorium, dan gedung kesiswaan. Tahun berikutnya, sekolah ini kembali memperoleh bantuan pagar dan paving area dari APBD 2024, serta bantuan pengembangan kewirausahaan dan teaching factory dari Direktorat Pembinaan SMK Pusat pada tahun 2025.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi mengaku SMK PPN ini tentunya sesuatu mengembirakan yang menjadi kebanggaan sekolah pertanian di Gorontalo. SMK PPN di setiap waktu selalu berinovasi dengan mencangkok atau menggambungkan beberapa varietas tanaman sangat baik buat pengetahuan siswa dalam mengembangkan keterampilan dan keilmuannya.
” Bahkan ini juga sangat berpotensi untuk dipasarkan. Jadi pak Kep nanti tolong dibuatkan satu unit untuk mulai memasarkan kepada masyarakat. Karena ini bisa menghasilkan dan lebih memberikan semangat buat peserta didik dan guru-guru,” tutur Rusli.
Ia juga mengatakan masyarakat tidak perlu tidak perlu jauh-jauh ke luar Gorontalo untuk mendapatkan varietas tanaman baru, karena di SMK PPN Gorontalo sudah pusatnya koleksi tanaman.
“Ini juga harus kita lestarikan, dan kita kembangkan ya, dengan ilmu dan teknologi yang ada pada saat ini.
Sebagai sekolah swasta, memang tanggung jawabannya itu ada sama swasta. Tetapi, sebagai suatu satuan pendidikan yang melayani masyarakat, kita Dinas pendidikan turut bertanggungjawab dan berkonstribusi untuk kemajuan,” pungkas Rusli.
Reporter: Enda












