Dulohupa.id – Kondisi wilayah yang kering dan terdampak krisis air bersih membuat warga Kelurahan Tanjung Kramat, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo terpaksa menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan kebutuhan air bersih.
Mereka mengaku harus menyeberangi laut menuju Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo untuk mengambil air bersih dengan menggunakan galon.
“Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, kadang kita ambil dikampung sebelah, harus naik perahu. Kalau musim ombak terpaksa kita sewa mobil untuk ambil air di kampung sebelah,” Tutur salah satu warga Tanjung Kramat, Rostin Adam.

Sementara Lurah Tanjung Kramat, Suparman Habibi menjelaskan, di wilayah Tanjung Kramat memang sudah ada penyuplaian air bersih dari PDAM tapi terbatas. Padahal warga harus memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Kalau disini kira-kira sudah ada PDAM, cuman karena dampak dari musim kemarau berkepanjangan ini, sehingga penyuplaian air disini sangatlah minim yaitu hanya sekitar 4 jam. Jadi masyarakat memang sangat resah dengan keadaan tersebut, sehingga mereka sangat membutuhkan bantuan lain,” Ungkap Suparman.
Suparman mengatakan bahwa ada sebanyak 300 lebih kepala keluarga di Kelurahan Tanjung Kramat yang mengalami kesulitan air bersih. Warga setempat hanya mengandalkan sumber air dari PDAM.
“Sumur suntik ada, cuman airnya asin dan tidak bisa digunakan. Sudah sepanjang musim kemarau ini masyarakat mengalami kesulitan air bersih,” Pungkas Suparman.
Reporter: Kris











