Untuk Indonesia

Warga Kelurahan Bulota Protes Pekerjaan Ruas Jalan Abdul Rahman Moito

Dulohupa.id – Warga Kelurahan Bulota, Limboto, Kabupaten Gorontalo memprotes pekerjaan ruas jalan Abdul Rahman Moito yang ada di kelurahan tersebut.

Protes tersebut berkenaan dengan debu dampak dari pekerjaan jalan sepanjang 4.450 meter itu, sehingga oleh warga sekitar menganggap pelaksana proyek CV. Rizka Mulia Abadi tidak memperhatikan kesehatan dan keselamatan warga yang terganggu lingkunganya.

“Aktivitas kami disini sangat terganggu, bagaimana tidak pihak penanggung jawab pekerjaan tak mementingkan kesehatan warga sekitar, seharusnya ini jadi perhatian.” ungkap Novrianto saat ditemui di lokasi.

“Kami pun sudah meminta bantuan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerak untuk bisa membantu mengadvokasi masalah ini ke pemerintah Kabupaten Gorontalo,”tambahnya.

Baca Juga:  Penyakit PMK Pada Sapi Telah Menyebar di 15 Provinsi di Indonesia

Sementara itu, pihak LSM Gerak, Zulkifli Zakaria mengungkapkan hal ini jelas tak sesuai prosedur lapangan, dimana dalam setiap pekerjaan harus dilengkapi dengan Analisis Kesehatan oleh Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

“Yang diperhatikan bukan hanya sekedar kesehatan pada pekerja proyek melainkan memikirkan juga kualitas kesehatan lingkungan pekerjaan yang ditimbulkan oleh proyek pengerjaan,” ungkap Zulkifli kepada Dulohupa.id.

Tak hanya itu, beberapa point juga menjadi perhatian Zulkifli. Ia menjelaskan pekerjaan yang sudah pada tahap adendum ini telah sampai pada timbunan kelas A, sementara untuk timbunan kelas B belum juga rampung atau masih 60 persen pengerjaan.

Baca Juga:  Pencarian Bocah Hilang di Sungai Bulango Terus Diperluas Hingga Radius 5 Kilometer

“Kami sudah cek di lokasi pekerjaan dan kami temui ada indikasi pekerjaan yang terkesan asal-asalan. Salah satunya itu yang berada tepat didepan Kantor Keluarahan Bulota yang terlihat bergelombang. Namun persoalannya pihak pekerjaan itu sudah mengisi timbunan kelas A, seharusnya kelas A bisa dilaksanakan setelah timbunan kelas B sudah lolos uji kepadatan dulu,” ujar Zulkifli.

Reporter: Reinaldi Julfirman

Comments are closed.