Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKAB. GORONTALOPERISTIWA

Wanita Penyebar Hoax Gantung Diri Ingin Diperhatikan Pacarnya

×

Wanita Penyebar Hoax Gantung Diri Ingin Diperhatikan Pacarnya

Sebarkan artikel ini
Gantung Diri Hoax
Seorang wanita yang menggantung diri di Desa Talumelito, Kabupaten Gorontalo adalah hoax. Foto/Ist

Dulohupa.id – Pihak kepolisian mengamankan dua wanita sebagai pelaku penyebar hoax gantung diri di Desa Talumelio, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Kapolsek Telaga Biru, Ipda Nixon Amuntu menjelaskan, pelaku SB berpura-pura menjadi korban bunuh diri karena ingin diperhatikan oleh pacarnya.

“Katanya hanya main-main dan minta perhatian dari cowoknya (pacar). Kemudian cowoknya langsung datang ke lokasi,” ucap Ipda Nixon kepada Dulohupa, Selasa (01/8/2023).

Ipda Nixon menegaskan, tindakan pelaku itu bisa meresahkan masyarakat yang saat ini Gorontalo masih gempar adanya peristiwa bunuh diri.

“Mereka kita amankan saat meninjau tempat kejadian. Awalnya kita cari tahu siapa orangnya melakukan hoax ini. Setelah mendapat petunjuk, kita amankan mereka di salah satu perumahan di Telaga Biru,” ungkap Nixon.

Nixon mengatakan, pelaku penyebar hoax tidak dilakukan penahanan dan hanya diberikan pembinaan.

“Kami mengamankannya dilakukan pembinaan. Mereka juga telah membuat video permohonan maaf yang menimbulkan keresahan masyarakat,” ungkap Kapolsek Telaga Biru.

Hoax Gantung Diri
Dua wanita yang menyebarkan hoax gantung diri saat diamankan di Polsek Telaga Biru. Foto/Ist

Sebelumnya, masyarakat digemparkan adanya peristiwa gantung diri di Desa Talumelito pada Senin (31/7/2023). Polisi juga yang menerima informasi langsung menuju lokasi kejadian. Setelah dicek, bahwa kejadian gantung diri ternyata hoax alias tidak benar.

Polisi kemudian menelusuri dibalik penyebar hoax dan mengamankan kedua wanita tersebut. Mereka pun dibawa ke Polsek Telaga Biru untuk dilakukan pemeriksaan.

Kedua wanita tersebut diketahui berinisial SB dan AD yang memiliki peran masing-masing. SB berpura-pura menjadi korban gantung diri di sebuah pohon. Sementara AD berperan yang memposting di media sosial.

SB mengaku khilaf atas tindakan yang dibuatnya dan menurutnya tidak ada unsur kesengajaan. Hal yang sama juga disampaikan AD agar masyarakat bisa memaafkannnya. Keduanya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang bisa menimbulkan keresahan masyarakat.

Reporter: Herman Abdullah