Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEKOTA GORONTALO

Wanita ini Nekat Curi Barang Berharga milik Polisi di RS Aloei Saboe

×

Wanita ini Nekat Curi Barang Berharga milik Polisi di RS Aloei Saboe

Sebarkan artikel ini
Pencurian di RS Aloei Saboe
Seorang wanita diduga pelaku pencurian saat akan ditahan di ruang tahanan Polda Gorontalo. Foto/ist

Gorontalo – Tim Opsnal Resmob/Analis Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Gorontalo bekuk seorang wanita diduga mencuri di kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe, Kota Gorontalo.

Aksi pencurian berawal dari laporan Mohamad Rivaldy, seorang anggota Polri, yang kehilangan tas miliknya saat sedang tertidur di dalam masjid area RSUD Aloe Saboe. Saat terbangun, pelapor mendapati tasnya sudah raib. Di dalam tas tersebut terdapat barang-barang berharga seperti 1 unit iPhone 11, 1 unit Vivo 2007, Dompet berisi uang tunai Rp 85.000, 1 kunci motor Honda Beat dan 2 buah headset.

Atas kejadian tersebut, korban merasa keberatan dan langsung melaporkannya ke SPKT Polda Gorontalo melalui Laporan Polisi dan langsung ditindaklanjuti oleh Tim Resmob Otanaha Polda Gorontalo.

Setelah dilakukan penyelidikan intensif, Tim Resmob berhasil mengidentifikasi dan mengamankan seorang perempuan berinisial SSA (24), warga Kelurahan Wongkaditi Timur, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian tersebut pada Rabu (30/7/2025). Ciri-ciri pelaku juga terungkap berdasarkan kamera pemantau di rumah sakit.

Proses penggeledahan dilakukan secara resmi dan disaksikan langsung oleh perwakilan dari pihak Kelurahan Wongkaditi Timur. Lokasi penggeledahan berada di sebuah kios di kompleks masjid RSUD Aloe Saboe, tempat pelaku diduga beraksi.

Dirreskrimum Polda Gorontalo Kombes Pol Dr. Ade Permana menyampaikan bahwa pengungkapan ini adalah bukti kesigapan tim Resmob dalam merespons laporan .

“Setiap laporan yang masuk pasti kami tindak lanjuti dengan serius. Ini bagian dari komitmen Polri dalam menjaga rasa aman dan kepercayaan publik terhadap institusi,” tegasnya.

Kasus ini kini dalam proses penyidikan lebih lanjut guna mengetahui kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain atau barang bukti tambahan.

Redaksi