Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Wali Kota Pertanyakan Mie Gacoan Tak Mau Lapor Kontraktor ke Polisi, Ada Apa?

×

Wali Kota Pertanyakan Mie Gacoan Tak Mau Lapor Kontraktor ke Polisi, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Gacoan Mie
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea saat memberikan keterangan terkait polemik rumah makan Mie Gacoan. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea mempertanyakan sikap pemilik rumah makan Mie Gacoan terkait polemik upah 45 orang buruh bangunan yang sampai saat ini masih menunggu hak mereka.

Adhan mengatakan bahwa Mie Gacoan akan dibuka izinnya, asalkan pihak mie gacoan melaporkan kontraktornya yang sudah membawa kabur uang para buruh ke pihak kepolisian. Namun hingga saat ini pihak mie gacoan tidak mau melaporkan masalah tersebut ke pihak kepolisian.

Sikap pemilik Mie Gacoan itu pun jadi tanda tanya besar bagi Wali Kota, Adhan Dambea.

“Kalau memang alasannya uang sudah diserahkan kepada pihak kontraktor, maka saya minta mereka pihak Mie Gacoan lapor ke polisi, namun sampai dengan hari ini mereka tidak berani untuk lapor ke polisi. Kalau seandainya mereka sudah lapor polisi, saya sudah buka itu Mie Gacoan,” tegas Adhan.

“Walaupun ada oknum pejabat yang menekan para buruh dan aktivis namun saya tidak akan gentar sedikitpun. Bahkan saya sudah menyurat ke presiden untuk menyampaikan bahwa ada pejabat yang membela pengusaha yang tidak benar,” tambahnya.

Selain buru bangunan, pihak Mie gacoan juga masih memiliki hutang di salah satu toko yang ada di Jalan Palma, Kelurahan tuladenggi, Kota gorontalo. Menurut Wali Kota bahwa ada sekitar Rp 700 juta hak toko yang belum dibayarkan oleh pihak mie gacoan.

“Toko itu kurang lebih ada Rp700 juta yang belum dibayar, toko yang ada di Jalan Palma, Kelurahan Tuladenggi. Kasihan, dia punya belum dibayar sekitar Rp 700 juta,” ujar Adhan.

Wali Kota berharap ada niat baik dari pihak Mie Gacoan untuk membayar hak parah buruh yang belum dibayarkan.

“Bagi kami, sangat mendambakan untuk investor masuk di Kota Gorontalo, kami tidak pernah menghalahalangi investor untuk masuk di daerah. Namun yang kami harapkan investor yang memiliki hati dan tidak menyusahkan rakyat,” pungkasnya.

Reporter: Enda