Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
AdvertorialKOTA GORONTALOPEMKOT GORONTALO

Wali Kota – BPPW Tandatangani Serah Terima Pemanfaatan Aset Santorini

×

Wali Kota – BPPW Tandatangani Serah Terima Pemanfaatan Aset Santorini

Sebarkan artikel ini
Santorini
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha dan Kepala Balai Pengembangan Prasarana Wilayah (BPPW) Provinsi Gorontalo, Norman Wartabone saat menandatangani serah terima pemanfataan aset Santorini. Foto: Enda/Dulohupa

Dulohupa.id – Pembangunan Santorini (Kawasan Talumolo Rindang Indah Asri) di Kota Gorontalo akhirnya telah selesai dikerjakan dan kini dinikmati masyarakat. Hal ini ditandai penandatanganan serah terima pemanfaatan aset Santorini yang dilakukan Wali Kota Gorontalo, Marten Taha dan Kepala Balai Pengembangan Prasarana Wilayah (BPPW) Provinsi Gorontalo, Norman Wartabone yang digelar di rumah jabatan Walikota, Senin (12/2/2024).

Dalam sambutannya, Marten menjelaskan, program Santorini ini merupakan untuk merubah kawasan kumuh menjadi bersih, rapi dan sebagi tempat wisata di Kota Gorontalo. Kata Marten, hampir setiap tahunnya dikucurkan dana pembangunan sarana dan prasarana mulai dari pasar Sentral hingga penataan kawasan kumuh.

Marten menjelaskan, program penataan kawasan kumuh ini telah dilakukannya sejak memasuki periode kedua memimpin Kota Gorontalo. Selain Santorini, pemerintah Kota Gorontalo juga telah menata lingkungan di 50 Kelurahan. Salah satunya, kawasan permukiman paling kumuh yang berada di Kelurahan Limbah B, Kecamatan Kota Selatan.

“Paling kumuh itu berada di permukiman penduduk di belakang Masjid Darul Arqam. Saya bilang ini harus ditata lingungannya, jangan biarkan kumuh seperti ini, karena ini di tengah-tengah Kota. Bahkan disitu tidak ada tempat WC, banyak yang buang air besar sembarangan. Akhirnya sekarang sudah indah, elok dan sarananya sudah dinikmati masyarakat.

Marten menyebut ada 167 hektar masuk kawasan kumuh di Talumolo yang diperbaiki kualitas permukimannya.

“Saya sudah berjanji akan perbaiki kualitas permukimannya sebelum masa jabatan saya berakhir. Kawasan Talumolo ini kenapa kita perbaiki sarananya karena, Talumolo sebagai pintu masuk pengunjung yang tiba dari Pelabuhan. Jangan sampai, ada yang bilang begini model Gorontalo. Makanya kawasan kumuh ini kita ubah menjadi kawasan nan indah dipandang. Alhamdulillah pembangunannya sudah selesai dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Marten.

“Kami juga berterima kasih kepada pihak-pihak terkait yang ikut bekerjasama untuk membangun Kota Gorontalo menjadi kawasan tanpa kumuh. Sekarang tinggal pemiliharaanya harus ditingkatkan,” tandasnya.

Berdasarkan data dari BPPW Gorontalo, peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Talumolo dengan total anggaran Rp27,45 Miliar. Adapun aset yang terbangun berupa Gapura 2 unit, retail kuliner 1 unit, Plaza kuliner 1 unit, dermaga 1 unit, tambatan perahu 2 unit, prasarana olahraga 1 unit, pembangunan jalan Lingkungan yakni jalan Paving Block dan perlengkapan jalan pada jalur utama di kawasan Talumolo. Kemudian penanganan genangan drainase, air limbah dan penanganan sampah.

Reporter Enda