Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Wakil Ketua DPRD Jadi Saksi Kasus Dugaan Pemberian Keterangan Palsu Oleh Robin Bilondatu

Dulohupa.id – Satuan Reskrim Polres Gorontalo memanggil Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Irwan Dai dan Rolly Maku, Jumat tadi (16/10).

Keduanya dipanggil untuk menjadi saksi dalam laporan yang dibuat oleh Meys Irfanto J. Kiraman ke Polres Gorontalo, terkait dugaan pemberian keterangan palsu oleh Robin Bilondatu ke Bawaslu Kabupaten Gorontalo beberapa waktu lalu.

Usai memberikan keterangan, Irwan mengungkapkan dicecar dengan 17 pertanyaan dari penyidik Unit III Satreskrim Polres Gorontalo.

“Saya dimintai keterangan sebagai saksi terkait laporan Meys Irfanto J Kiraman selama 2 jam. Penyidik bertanya, apakah saya mengetahui pemberian keterangan palsu oleh Robin Bilondatu, saya jawab, benar,” ungkap Irwan

Menurut Irwan, Robin Bilondatu pernah berkomentar di grup Whatsapp “Menara dan Gagasan” terkait salah satu postingan berita salah satu media online.

“Komentar Robin Bilondatu lalu saya balas ‘harus dibedakan kegiatan pemilihan dengan kegiatan pemerintah daerah’. Jawaban Robin Bilondatu, ‘ah ini yang keliru mestinya dipahami beliau incumbent Pak Waka dan dibatasi dengan kewenangan seperti diatur PKPU’,” jelas Irwan.

Berdasarkan komentar tersebut, politisi Golkar itu menyakini bahwa Robin Bilondatu mengetahui peristiwa pembagian bantuan ke masyarakat, oleh Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo pada tanggal 18 September 2020.

“Yang terjadi adalah fakta bukti pelaporan Robin Bilondatu yang disampaikan ke Bawaslu pada diketahui pada tanggal 30 September, lalu dilaporkan di tanggal 1 Oktober 2020. Patut saya curigai dia telah memberikan keterangan palsu atau tidak sesuai fakta yang sebenarnya terkait formil waktu penerimaan pesyaratan laporan,” tegas Irwan.

Sementara Rolly Maku, jgua menyampaikan hal yang sama. Dalam grup yang sama, ia mengaku menjadi saksi dan diperiksa dalam laporan Meys Irfanto J Kiraman.

“Apa yang disampaikan pelapor Robin Bilondatu di polres, benar. Robin memberikan keterangan palsu di Bawaslu, karena sebenarnya dia mengatahui peristiwa itu pada 18 September 2020, bukan 30 september 2020,” kata Rolly

“Bahkan, Robin Bilondatu pun sampai menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan Bupati melanggar PKPU Nomor 3 Tahun 2017,” tambahanya.

Bukan hanya itu, menurut Rolly, tanggal 18 September 2020 itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Wahyudin Akili, juga mengetahui komentar Robin tersebut.

“Saat anggota grup WhatsApp saling memberi komentar tentang peristiwa itu, saya lihat dalam info komentar sekitar pukul 13.11 wita. Ketua Bawaslu juga melihat pembahasan kami, artinya dia pun tahu bahwa tanggal 18 September 2020, Robin Bilondatu mengetahui,” pungkasnya

*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Reporter: Fandiyanto Pou