Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINENASIONALPERISTIWA

Tungku Smelter di Morowali Meledak, 12 Orang Dilaporkan Tewas

197
×

Tungku Smelter di Morowali Meledak, 12 Orang Dilaporkan Tewas

Sebarkan artikel ini
Morowali Tungku Smelter
Tangkapan video para pekerja panik saat tungku Smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Kabupaten Morowali meledak./Ist

Morowali – Tungku smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, meledak, Minggu (24/12/2023) pagi tadi. Ledakan menyebabkan 12 orang dilaporkan tewas karena mengalami luka bakar.

Kejadian berawal sekitar pukul 5.30 Wita, menurut kesaksian karyawan pero silicone PT ITSS sedang melakukan perbaikan tungku, dan melakukan pemasangan plat pada bagian tungku tersebut yang mengakibatkan ledakan, sehingga membuat beberapa tabung oksigen di sekitaran area juga meledak.

Informasi awal yang dihimpun dari Klinik IMIP, jumlah korban sementara sebanyak 51 orang. Sebanyak 12 orang di antaranya meninggal dunia dan 39 lainnya mengalami luka berat hingga luka ringan.

Korban meninggal dunia terdiri atas 7 tenaga kerja asal Indonesia, dan 5 tenaga kerja asing. Sementara itu, korban luka-luka sedang mendapatkan penanganan medis. Saat ini PT IMIP terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menginvestigasi hingga penanganan korban.

Baca Juga: Buaya 2 Meter Masuk Jaring Nelayan di Tilamuta

Selain korban jiwa, sejumlah pekerja dilaporkan mengalami luka-luka hingga kritis. Mereka dilarikan ke klinik perusahaan hingga rumah sakit umum terdekat.

Sementara Kementerian Koordinator Bidang kemaritiman dan Investasi akan mengirim tim ke Morowali, Sulawesi Tengah, untuk mengecek langsung kondisi lapangan pasca meledaknya tungku smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS).

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto mengatakan tim tersebut akan diberangkatkan pekan ini untuk mengecek langsung kondisi lapangan dan penanganan korban.

Diketahui, PT ITSS adalah perusahan nikel asal China yang beroperasi di Kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Perusahaan ini didirikan pada tahun 1988 di Wenzhou oleh pengusaha asal China bernama Xiang Guangda.

Tsingshan mulai berinvestasi ke industri nikel Indonesia pada tahun 2009. Selain itu, perusahaan ini juga melebarkan sayapnya di berbagai negara, seperti India dan Zimbabwe.

Pusat operasi PT ITSS berada di Kabupaten Morowali, Sulteng dengan target kapasitas 600.000 ton per tahun dan stainless steel sebanyak 1 juta ton per tahun.