Tren Penangkapan Terduga Teroris di Gorontalo, Pohuwato Tertinggi

DULOHUPA.ID- Penangkapan tujuh terduga teroris oleh tim Detasemen Khsusus (Densus) 88 Mabes Polri di Pohuwato kemarin, menambah daftar penangkapan terduga teroris di Gorontalo.

Jika melihat trennya dalam tiga tahun terakhir, penangkapan di Pohuwato kemarin (27/11), paling tinggi dari penangkapan di Kabupaten Gorontalo pada 2018 yang hanya berjumlah tiga orang.

“Ya memang benar, ada peristiwa penangkapan terduga teroris kemarin di Pohuwato. Dan itu merupakan penangkapan terduga teroris di Gorontalo yang tertinggi,” ujar Ketua FKPT Gorontalo, Ani M. Hasan, Sabtu (28/11).

Ani yang dihubungi redaksi Dulohupa.id melalui sambungan telepon itupun mengaku kaget dengan penangkapan tersebut. Apalagi jumlahnya jauh lebih banyak.

Padahal Menurutnya, Pohuwato adalah salah satu daerah yang tergolong aman dan damai. Bahkan kerap kali menjadi contoh keberagaman suku, agama, etnis, dan kaya akan budaya. Sehingga hal-hal yang berbau gerakan tindak terorisme tersebut sangat tidak mungkin bisa terjadi di Pohuwato.

“Nah, ini yang membuat saya sebagai pengurus FKPT merasa terkejut. Karena tidak menyangka peristiwa penangkapan terduga teroris itu bisa terjadi. Pohuwato selama ini kan kita kenal sebagai daerah berlatar banyak budaya, agama, ras, dan suku, yang hidup berdampingan dengan damai,” terangnya.

Ani mengaku saat ini, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak berwajib yang terkait.

“Saya juga sudah korodinasi dengan pemda dalam hal ini Pak Bupati. Tujuannya kami (FKPT) akan silaturahmi dengan pemerintah setempat. Untuk melakukan komunikasi dengan pemda, dan juga kepala desa. Kami hanya ingin tahu apa seluk beluk yang menyebabkan 7 orang warga Gorontalo yang ditangkap di Pohuwato itu, bisa terlibat dengan gerakan terorisme. Latar belakangnya apa,” Tegasnya.

Reporter: Zulkifli Mangkau