Dulohupa.Id – Semarak Tradisi Tumbilotohe atau pasang lampu di Gorontalo kembali digelar warga menjelang Idul Fitri, Kamis malam (28/4/2022).
Biasanya masyarakat memasang lampu botol ataupun lampu hias di tanah lapang, ruas jalan dan di depan rumah selama tiga hari menjelang lebaran.
Namun ada yang berbeda dilakukan Komunitas Wawahea Gorontalo, yakni sekelompok penyelam dan pecinta lingkungan dalam menyemarakan tradisi dengan memasang lampu di bawah laut. Kegiatan itu dilaksanakan di tempat wisata Hiu Paus, Botubarani, Kabupaten Bone Bolango.

Anggota komunitas Wawahea Gorontalo, Dian Nopian mengatakan, pasang lampu di bawah laut menggunakam stick fosfor light.
“Beberapa stik fosfor yang dibawa kemudian ditanam di taman laut agar menerangi laut di kawasan wisata,” tutur Dian.

Aksi ini dilakukan selain menjaga tradisi lokal, kegiatan ini bertujuan mengkampanyekan kepada warga maupun wisatawan agar menjaga kebersihan laut dari sampah.
“Apa yang kami lakukan untuk memperlihatkan bahwa laut di Gorontalo itu bagus dan bersih. Kami berharap wisata-wisata yang ada di Gorontalo lebih dikenal,” ucap Dian yang juga pecinta Lingkungan tersebut.

Tradisi tumbilotohe sudah menjadi budaya turun temurun oleh masyarakat Gorontalo terdahulu. Saat itu, warga menggunakan lampu tradisional untuk menerangi jalan yang hendak pergi masjid.
Biasanya pemerintah di Gorontalo menyelenggarakan lomba pasang lampu antar kampung yang dikemas menjadi festival Tumbilotohe. Namun semarak tradisi pasang lampu sempat batasi selama dua tahun akibat pandemi covid-19.
(SDM/Dulohupa)











