Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Tersinggung Karena Diteriaki “Belum Menikah”, Seorang Pria Batal Ambil Bantuan Sembako

Dulohupa.id – Penyaluran bantuan sembako di Kabupaten Bone Bolango menuai protes. Salah seorang warga yang merasa diteriaki “Belum Menikah” oleh oknum aparat desa, tersinggung dan batal mengambil paket bantuan sembako.

Peristiwa ini terjadi sabtu (25/4) kemarin, di Kantor Desa Sukma, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango. Zulkifli Ibrahim, salah seorang warga setempat, tersinggung setelah dirinya merasa diteriaki “Belum menikah” oleh sejumlah oknum aparat desa. Emosi, Zul akhirnya memilih untuk meninggalkan lokasi penerimaan bantuan sembako itu.

“Saya tadi baru sampai, tapi tiba-tiba mereka (Aparat desa,red) berteriak bahwa yang belum menikah tidak dapat sembako. Padahal saya datang kesini hanya mewakili kakak saya yang kebetulan berhalangan hadir,” ujarnya dengan wajah kesal. Tak hanya itu, Zul juga mengaku, usai dirinya meninggalkan lokasi penerimaan bantuan, oknum aparat desa itu, memaksa adik sepupunya, untuk menandatangani daftar penerima bantuan. “Tingkah laku dan watak dari para aparat Desa Sukma, tidak menggambarkan nilai seorang pelayan masyarakat,” tambahnya.

Tak hanya itu, Zul juga menyoroti adanya pemberian bantuan kepada aparat desa itu sendiri. “Aparat desa menerima gaji sebesar dua juta perbulan dan tentunya itu tidak akan berpengaruh pada perekonomian mereka saat Pandemi Covid-19“. Tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Redaksi DULOHUPA.ID melalui sambungan telepon seluler, Sekretaris Desa Sukma, Kabupaten Bonebolango, Sumitro Gani, membenarkan peristiwa ini. Sumitro menegaskan, pihaknya juga ikut menyesalkan sikap yang tidak beretika oleh beberapa oknum aparat desa.

“Kami akan segera melakukan pembinaan terhadap aparat desa itu, dan untuk 4 orang aparat desa yang menjadi penerima sembako itu benar adanya ” Tutup Sumitro Gani. (Erik)