Untuk Indonesia

Tersangka Pembunuhan Leato Utara Terancam Hukuman Mati

Dulohupa.id– AR (50) alias Amri, Tersangka tunggal kasus pembunuhan di Kelurahan Leato Utara, Kota Gorontalo, Selasa (15/1)  terancam hukuman mati. Dari hasil pemeriksaan polisi, Tersangka ternyata sudah merencanakan aksi pembunuhan terhadap korban Fitriyanti Musa yang merupakan mantan istrinya itu, Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi.

AR yang merasa kesal karena diceraikan diam-diam oleh korban, Memang sudah berniat untuk menghabisi korban. AR bahkan telah menyiapkan sebilah pisau yang ia simpan di dalam jok motor, saat datang ke lokasi kejadian.

“Tersangka sempat membeli pisau yang akhirnya menjadi alat bukti pembunuhan ini, di salah satu lapak di Pasar Sentral, Kota Gorontalo.” Ungkap Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, AKP La Ode Arwansyah, Selasa (19/1).

Dari hasil pemeriksaan polisi, Tersangka datang ke rumah korban sekira pukul 14.00 wita. Tersangka datang bersama kakak kandung korban (Fitriyanti Musa,red), Masni Musa. Setibanya di rumah korban, Tersangka sempat duduk di ruang tamu rumah korban.

Tak lama kemudian, Tersangka kemudian pamit keluar rumah dengan alasan mengambil Handphone di dalam jok motor. Tapi ternyata saat itu tersangka mengambil sebilah pisau dan menyelipkannya di pinggang belakang. Tersangka lalu masuk lewat pintu belakang rumah korban dan menemui korban (Fitriyanti Musa,red) dan korban kedua (Nasir Bahsoan,red).

Ketiganya sempat duduk bersama dan terlibat pembicaraan serius. Tapi mendadak, Tersangka langsung menusuk Nasir Bahsoan (Suami kedua Fitriyanti Musa,red). Korban sempat menangkis tusukan tersangka yang mengakibatkan Nasir mengalami luka di bagian tangan. Keduanya sempat terlibat duel, Namun Nasir akhirnya jatuh setelah tertikam di bagian punggung sebelah kanan.

Sementara Fitriyanti Musa (Korban Meninggal, red) yang melihat aksi nekat sang mantan suami (Tersangka,red) langsung berusaha lari ke arah pantai. Tersangka yang sudah terlanjur emosi, Langsung mengejar Fitri dan menyerangnya dengan cara membabi-buta. Akibatnya, Fitri mengalami banyak tusukan di bagian dada, tangan, punggung, dan paha. Fitri akhirnya meregang nyawa di tangan tersangka.

 

Polisi: Hasil Visum, Korban Fitriyanti Musa Mengalami 10 Luka Tusuk

Setelah itu, sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian, langsung mengamankan pelaku.

“Dari hasil visum dokter, Korban mengalami 10 luka tusukan yang tidak beraturan. Luka tusukan korban berada di paha, dada, punggung dan tangan,” ujar AKP La Ode.

Hingga kini, Kasus ini sendiri masih dalam penanganan Polres Gorontalo Kota. Polisi hingga saat ini mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satunya adalah pisau yang menjadi alat bukti utama kasus pembunuhan berencana itu.

“Tersangka kami kenakan pasal 340 KUHP, subsider pasal 338 dengan ancaman hukuman mati, atau seumur hidup, atau 20 tahun penjara,” tegas AKP La Ode.

 

Redaksi

Comments are closed.