Dulohupa.id – Ribuan tenaga honorer di lingkungan pemerintahan Kabupaten Gorontalo terancam dirumahkan. Hal ini menyusul adanya keputusan pemerintah pusat menerapkan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan menghapus tenaga honorer mulai 2023.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Roni Sampir mengatakan, terkait masalah honorer yang akan dirumahkan itu sudah sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PERMENPAN). Bahwa dari tahun 2023 bulan November tidak ada lagi tenaga kontrak atau honorer. Dan pemerintah pusat akan mengalihkan bagaimana tenaga kontrak ini menjadi ASN melalui PPPK ataupun CPNS.
“Tahun ini pemerintah pusat akan mengalokasikan satu juta PNS PPPK, maka dari itu sampai di bulan November 2023 ini pak bupati memerintahkan kepada kami untuk melakukan evaluasi. Evaluasi ini akan terus kita lakukan sampai pada bulan November 2023 tidak ada tenaga kontrak lagi.” Ucap Roni
“Jadi begini, evaluasi ini bukan saja dilakukan kepada ASN, tapi juga tenaga kontrak perlu dievaluasi, karena ada tenaga kontrak yang kinerjanya menurun, bahkan ada yang tidak masuk-masuk lagi. Selain itu yang menjadi pertimbangan kami, karena sudah begitu banyak PPPK, bahkan tahun ini kami menerima 270 PPPK, baik dari tenaga kesehatan dan tenaga non teknis. Tentunya, pekerjaan yang dilaksanakan oleh tenaga kontrak itu akan dikerjakan oleh PPPK.” Lanjut Roni
Selain itu kata Sekda, bahwa pertimbangan pemerintah daerah untuk mengevaluasi para honorer itu dikarenakan tenaga honorer di lingkungan pemerintah Kabupaten Gorontalo sudah sangat banyak, dan sudah tidak sesuai peruntukannya.
“Misalnya ada di satu tempat, dia Cuma butuh 38 orang, namun di tempat itu sudah 100 orang lebih tentunya hal itu tidak efisien lagi.” Terang Roni
Namun meskipun demikian, Roni mengungkapkan bahwa ada juga tenaga honorer yang tidak akan dirumahkan sesuai kebutuhan pemerintah daerah.
“Ada juga tenaga kontrak yang tidak akan dirumahkan, contohnya, sopir, tenaga kesehatan yang bertugas sebagai spesialis, seperti dokter gigi dan lain lain. Evaluasi ini pastinya mempertimbangkan profesionalitas dan kebutuhan. Namun pastinya akan ada tenaga kontrak yang akan kami rumahkan.
Tercatat, tenaga honorer di lingkungan pemerintahan Kabupaten Gorontalo ada sebanyak 2.800 orang, dan anggaran yang dikeluarkan untuk membayar para honorer setiap tahunnya sebesar 35 miliar per tahun.
Redaksi











