Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Tahu Dampak Negatif Tambang, Ini Alasan Penambang Ilegal Dengilo Tetap Beroperasi

Dulohupa.id – Masyarakat penambang yang melakukan aktivitas di pertambangan ilegal di Dengilo menuturkan, bahwa secara pribadi mereka mengetahui dampak negatif yang dihasilkan dari aktivitas pertambangan tersebut, apalagi aktivitas tambang yang mengeruk Sumber Daya Alam (SDA) menggunakan alat berat. Namun, meski tahu dampak negatifnya, para penambang ini memilih tetap bertahan, dan menggantungkan penghidupannya melalui tambang ilegal tersebut.

Redi Anwar (55) masyarakat penambang yang ditemui Dulohupa.id pada Rabu (11/11) itu menuturkan, bahwa ia secara pribadi tahu dampak negatif yang dihasilkan dari aktivitas tambang tersebut, tapi karena alasan ekonomi memilih bertahan.

Menurut Redi, sebenarnya aktivitas tambang di Dengilo ini sudah lama ada, dan sudah dikeruk oleh nenek moyang mereka puluhan tahun yang lalu yang dikelola dengan secara tradisional dan menggunakan alat manual. Tapi, nanti beberapa tahun terakhir ini pertambangan ilegal tersebut mulai dikerjakan menggunakan alat berat.

“Saya sudah lama menjadi penambang, bahkan dari saya duduk di bangku sekolah dasar, dan dulu itu pertambangan masih menggunakan alat manual,” kata Redi kepada Dulohupa.id

Lanjut Redi, dan hampir semua masyarakat lokal yang ada di sini menggantungkan perekonomian mereka dari keberadaan tambang tersebut. Ia juga mengatakan, keberadaan tambang ilegal tersebut cukup membantu perekonomiannya.

“Saya harus memilih jadi penambang karena hanya itu yang bisa menunjang kebutuhan ekonomi keluarga saya. Baik dari kebutuhan dapur, juga kebutuhan biaya pendidikan anak-anak saya. Apalagi ada anak saya yang kuliah yang harus saya biayai,” terang Redi kepada Dulohupa.id.

Kata Redi juga, paling sedikit keuntungan atau penghasilan yang dihasilkan dari aktivitas menambang ini sebanyak Rp 300 ribu per harinya, yang didapatkan oleh setiap masyarakat.

“Itu skala penambang saja belum termasuk yang keutungan yang didapatkan bagi pemilik alat. Dan rata-rata warga yang menambang juga berprofesi sebagai petani yang bekerja sebagai penambang di sini,” tandasnya. (Zul)